Aksi menemui pejabat kelurahan itu merupakan bagian kampanye antikorupsi yang rutin dilakukan Gusjur sejak 27 April lalu. Pria bernama asli Agus Priyanto tersebut menyebutnya Aksi Reaksi Puisi (ARP). Selama empat bulan terakhir, seniman teater Bandung tersebut melakukan ARP seminggu sekali. Sendirian.
Sampai saat ini ARP sudah dilakukan di puluhan kantor kelurahan dan desa di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, sampai Kota Cimahi. Kamis pekan lalu (25/8) merupakan ARP minggu ke-13. Kantor Kelurahan Tamansari menjadi lokasi ke-60 yang dia sambangi. ”Tidak pernah janjian, langsung datang ke kantor kelurahan,” ujar Gusjur yang ikut dalam aksinya tersebut.
Setiap kali menyambangi kantor pemerintahan, Gusjur sengaja berdandan segila-gilanya. Untuk itu, dia selalu mengenakan jaket lusuh berwarna hijau tua. Jaket yang dia peroleh saat pentas teater di Australia tersebut merupakan seragam kebesarannya. Tidak pernah ketinggalan peci dan sepatu bot. Juga golok kayu sepanjang 30 sentimeter yang digunakannya sebagai properti.
Baca Juga:Kelas MI di Tasikmalaya Mirip Kandang AyamSambut Kontingen PON, Bandara Husein Sastraneegara Berikan Pintu Khusus
Dosen Sastra Indonesia STKIP Siliwangi, Bandung, itu juga selalu membawa beberapa lembar kertas berisi rilis antikorupsi. Kertas itulah yang nanti diberikan kepada setiap pejabat pemerintahan. ”Isi rilis menjelaskan maksud dan tujuan kenapa saya datang ke kelurahan,” tuturnya.
Meski demikian, Gusjur tetap mengantre saat ingin bertemu pejabat kelurahan. Di Kelurahan Tamansari, misalnya, dia lebih dulu duduk di kursi panjang layaknya warga yang tengah mengurus KTP atau surat kependudukan. Mula-mula dia minta izin untuk bertemu dengan lurah atau pejabat senior kelurahan kepada petugas atau staf kelurahan.
”Saya sampaikan tujuan saya. Kalau disetujui, saya akan baca puisi sebentar,” ujar Gusjur.
Nah, aksi kampanye antikorupsi itu sebenarnya baru dipertunjukkan di hadapan lurah/Kades atau pegawai senior kelurahan/desa. Awalnya, Gusjur menjelaskan identitas dan maksud kedatangannya. ”Kalau lurahnya terlihat bersabahat, kadang-kadang saya berakting dulu, biar orangnya bingung,” ujarnya, kemudian tertawa.
Bila lurah/Kades memberikan sambutan hangat, Gusjur menjelaskan rilis anti korupsi yang dibawanya. Kemudian, aksinya dilanjutkan dengan memulai diskusi kecil seputar korupsi sampai persoalan sosial-budaya yang sedang booming dibicarakan masyarakat.
