JABAR EKSPRES – Dugaan penipuan berkedok jasa wedding organizer (WO) di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, terus bergulir. Kasus yang viral di media sosial itu diduga telah menjerat sekitar 140 korban dengan total kerugian mencapai Rp2,4 miliar.
Salah seorang korban, Sunsun Nugraha Tasdik (35), mengaku mengenal WO tersebut melalui media sosial. Menurutnya, mayoritas klien yang menggunakan jasa WO itu juga mengetahui promosi mereka dari platform yang sama.
“Saya tahu WO itu dari media sosial. Kalau rata-rata klien yang jadi korban juga hampir semuanya tahu dari media sosial,” ujar Sunsun, Senin (8/6/2026).
Baca Juga:Taruna Akpol Angkatan 59 Asah Kemampuan Lapangan di Polres TasikmalayaKenaikan Harga Kedelai Masih Menekan Pengusaha Tahu-Tempe di Cianjur
Ia mengaku sudah mengenal WO tersebut sejak 2023, bertepatan dengan awal berdirinya usaha tersebut. Karena sejumlah acara yang ditangani sebelumnya berjalan lancar, dirinya tidak pernah menaruh rasa curiga.
“Kalau rasa kecurigaan tidak ada sebetulnya. Karena memang beberapa event yang dia laksanakan rata-rata terlaksana semua. Bahkan acara tanggal 4 Juni kemarin juga terlaksana,” katanya.
Kasus ini mulai terungkap setelah salah seorang calon pengantin yang akan menggelar resepsi pada 7 Juni mengalami kendala. Hingga tiga hari menjelang acara, tidak ada vendor yang datang untuk melakukan persiapan.
Menurut Sunsun, calon pengantin tersebut kemudian berupaya menghubungi pihak WO, namun tidak mendapat respons. Setelah menghubungi sejumlah vendor, terungkap bahwa belum ada pembayaran yang dilakukan atas nama klien tersebut.
“Nah, dari situ mulai ketahuannya. Ketika dicek ke vendor, ternyata memang belum ada pembayaran,” ungkapnya.
Sunsun sendiri dijadwalkan melangsungkan pernikahan pada 21 Juni mendatang. Ia mengaku sangat kecewa karena dana yang telah dikumpulkan bertahun-tahun untuk mewujudkan pernikahan impiannya terancam hilang.
“Yang jelas pasti sangat kecewa. Saya juga mewakili teman-teman yang lain. Kita mengumpulkan uang bertahun-tahun untuk wedding dream kita, ternyata harus pupus karena oknum ini,” tuturnya.
Baca Juga:UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat, Peluang Pasar Kian TerbukaBocah 9 Tahun Tewas Diserang Kawanan Anjing Pemburu di Jasinga BogorÂ
Saat kasus mulai ramai diperbincangkan, para korban sempat berupaya menghubungi pemilik WO. Namun hingga kini, yang bersangkutan disebut sudah tidak dapat dihubungi.
Korban hanya bisa berkomunikasi dengan kru WO yang ternyata berstatus pekerja lepas. Berdasarkan pengakuan para kru, mereka juga tidak mengetahui persoalan pembayaran kepada vendor.
