Antisipasi Zika, Periksa Dokter di RSHS

bandungekspres.co.id, BANDUNG – Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akan melakukan pemeriksaan pada tim dokter. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Zika di Jawa Barat.

”Terutama dokter yang sudah berkunjung ke wilayah-wilayah terkena virus Zika,” ungkap dokter ahli penyakit dalam RSHS Bandung dr Primal Sudjana, kepada wartawan di RSHS Bandung, kemarin (1/9).

Dokter yang kerap dilibatkan dalam tim penanganan kasus penyakit menular tersebut mengungkapkan, RSHS usdah sudah meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya dengan menyiapkan dokter yang sudah melewati pemeriksaan, sarana dan prasana. ”Sebelum kepada para pasien, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu kepada dokter,” ungkapnya.

”Tentunya kami juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan. Baik Jawa Barat atau kota/kabupaten setempat,” sambung.

Primal mengimbau, masyarakat tidak berpergian ke daerah yang terkena virus Zika. Terlebih, virus yang pertama kali ditemukan di Brazil itu sedang mewabah. Baru-baru ini, virus tersebut berada di Singapura.

”Semua fase kehamilan sangat rentan terkena virus Zika,” ungkapnya.

Menurut dia, dokter belum menemukan obat untuk menangkal Zika. ”Untuk itu, yang paling penting adalah melakukan pencegahan,” ucapnya.

Di samping kewaspadaan dari masyarakat, pria berkacamata ini juga berharap, pemerintah turut melakukan pemantauan. Khususnya, di pelabuan dan bandara. Sebab, titik ini merupakan transit orang negeri. ”Harus dipasang alat pendeteksi dini di sana,” ungkapnya.

Secara teknis, kata dia, virus Zika menyebar melalui nyamuk Aedes aegyti.  Nyamuk yang juga vector demam berdarah dengue ini, kata dia, tidak langsung menyebarkan virus.

Menurutnya, manusia yang terjangkit virus Zika akan mengalami penurunan imun (daya tahan tubuh, Red).  Setelah menerobos daya tahan tubuh, penderita akan mengalami kelumpuhan yang menjalar pada bagian otot. ”Namun,  hal itu tidak akan terjadi secara langsung,” tuturnya.

”Secara teknis, masa inkubasi dimulai tujuh sampai 12 hari. Dan menyerang selama dua sampai tujuh hari,” sambungnya.

Untuk Sementara Jangan ke Singapura

Sementara itu, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk sementara waktu tidak mengunjungi Singapura. Hal itu seiring dengan makin merebaknya virus Zika di negeri jiran tersebut. Sejauh ini sudah ada 82 kasus virus Zika di Singapura.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan