oleh

Sebulan Terakhir Digerogoti Bakteri, ”Yani” Mati Tak Terurus

Selain itu, Sri juga menegaskan, matinya Yani disebabkan oleh manajemen pakan yang kurang baik. Menurut dia, dari sisi kualitas dan jumlah makanan yang diberikan tidak memenuhi standar metabolisme gajah.

”Untuk tiga gajah lainnya jangan sampai mengalami hal yang sama dengan Yani. Mereka perlu mendapatkan perawatan yang lebih baik,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Dokter Hewan dari Taman Safari Indonesia Yohana Tri Hastuti mengatakan, usia  gajah pada umumnya bisa mencapai hingga 80 tahun.  Menurut dia, Jika Yani bisa ditangani lebih cepat, dimungkinkan Yani bisa bertahan dan tetap hidup.

”Kalau pihak Kebon Binatang bisa lebih awal, Yani bisa tertolong,” ucap Tri.

Selain mengotopsi gajah Yani, pihaknya juga melakukan pemeriksaan pada tiga gajah lainnya. Dari tiga kondisi gajah yang diambil sampel, satu di antaranya sudah keluar. ”Garis besarnya, terdapat pengurangan berat badan pada gajah tersebut,” ucapnya lagi.

Dia menegaskan, harus ada perawatan yang maksimal bagi satwa di Kebon Binatang Bandung. Terlebih, beberapa spesies di sana masuk dalam kategori langka.

”Kematian Yani mengurangi jumlah populasi gajah Sumatera yang ada di Indonesia. Berdasarkan data yang ada, jumlah gajah  mencapai sekitar 200 lebih ekor gajah,” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.