oleh

Sebulan Terakhir Digerogoti Bakteri, ”Yani” Mati Tak Terurus

bandungekspres.co.id, BANDUNG – Gajah ”Yani” akhirnya menjalani autopsi dari Sembilan dokter hewan. Hasilnya, untuk sementara Yani divonis mati karena mengalami penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri.

Kepala Balai Pengujian dan Penyidikan Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Jawa Barat Sri Muji Artiningsing mengatakan, membutuhkan waktu tiga bulan untuk mengetahui detail apa yang mengakibatkan Yani mati. ”Hasil autopsi belum final,” kata Sri setelah melakukan autopsy di Kebon Binatang, Jalan Tamansari, Kota Bandung, kemarin (12/5).

Baca Juga:  DAM Buka Pendaftaran Seleksi AHM Best Student 2021

Pemeriksaan awal, kata dia, tanda-tanda fisik Yani diketahui selain mengalami dekubitus (iritasi kulit dan mengelupas) disebabkan gesekan karena gesekan dengan jerami. Yani juga diketahui mengalami  penurunan berat badan gajah selama satu bulan terakhir.

”Bakteri kami temukan pada paru-paru, limpa dan hati,” ujarnya. ”Jika dilihat dari hal itu, gajah yani bisa diprediksi mengalami radang paru-paru dan hati,” tambahnya.

Dia mengatakan, bangkai gajah Yani saat ini sudah dikuburkan di area Kebon Binatang. Posisinya tak jauh dari tiga kandang lain gajah lain. ”Kuburannya dilapisi kapur, desinfektan, tanah, dan kapur,” ujarnya.

Baca Juga:  Pengelolaan Stadion GBLA Dikerjasamakan dengan Pihak Ketiga Melalu Lelang

Untuk sementara, pengunjung Kebon Binatang tidak bisa mendekati kandang gajah. Bahkan, satwa lainnya pun agak dijauhkan dengan harapan, tidak menularkan penyakit ke satwa lain. ”Khusus untuk pengunjung untuk sementara tidak boleh mendekati kandang gajah terlebih dahulu. Petugas telah memberikan batas agar tidak melewati batas tersebut,” tuturnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga