Latar belakang siswa yang beragam membuat proses pembelajaran diawali dengan matrikulasi selama lebih dari tiga bulan. Tahapan ini bertujuan menyesuaikan kemampuan siswa sebelum mengikuti pembelajaran reguler.
“Karena siswa Sekolah Rakyat memiliki berbagai latar belakang dengan kebiasaan yang juga berbeda-beda. Sebagian sudah putus sekolah dua atau tiga tahun dan bekerja di tempat-tempat yang tidak semestinya,” kata dia.
Karena itu, pelaksanaan Sekolah Rakyat menggabungkan pendidikan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial agar siswa dapat mengikuti pembelajaran sesuai kebutuhan mereka.Targetkan 500 Gedung Permanen
Baca Juga:Cegah Kejahatan Sejak Dini, Kapolres Tasikmalaya Turun ke Jalan Sosialisasikan Call Center 110Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing, Gubernur Ahmad Luthfi Terus Upayakan Pemadaman
Selain menyiapkan fasilitas pembelajaran digital, pemerintah juga menargetkan pembangunan 500 gedung permanen Sekolah Rakyat dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
Gus Ipul mengatakan, pemerintah daerah berperan menyediakan lahan untuk pembangunan fasilitas tersebut. Kebutuhan lahan diperkirakan mencapai 7 hingga 8 hektare untuk satu gedung permanen.
“Sekurang-kurangnya dalam tiga tahun, empat tahun ke depan ada 500 gedung permanen seperti ini di seluruh Indonesia yang bisa menampung lebih dari satu juta siswa,” ujarnya.
Ia berharap, ketersediaan gedung dan fasilitas belajar yang memadai dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
160 Ribu Keluarga Siswa Sekolah Rakyat Diberdayakan, 7.000 Rumah Diperbaiki
Gus Ipul menyebut lebih dari 160.000 keluarga telah mendapat program pemberdayaan sosial dari pemerintah. Sebagian besar di antaranya merupakan orang tua siswa Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Selain pemberdayaan ekonomi, pemerintah juga membantu memperbaiki kondisi tempat tinggal keluarga siswa agar lebih layak huni. Hingga saat ini, lebih dari 7.000 orang tua siswa telah menerima bantuan perbaikan rumah.
“Per hari ini ada 7.000 lebih sudah orang tua siswa yang rumahnya dibantu untuk lebih layak huni, dan yang kedua lebih dari 160.000 keluarga yang diberdayakan lewat program di Kementerian Sosial,” kata Gus Ipul.
Baca Juga:Rawat Sejarah Perjuangan HMI, MD KAHMI Tasikmalaya Anugerahkan Penghargaan Kehormatan kepada Dua TokohDua Rumah dan Kandang Ternak di Tasikmalaya Ludes Terbakar, 12 Ekor Domba Mati Terpanggang
Ia menjelaskan, pemberdayaan orang tua siswa menjadi bagian penting dari program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga berupaya meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
