JABAR EKSPRES – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut lebih dari 44.000 siswa kini mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat yang tersebar di 182 titik di seluruh Indonesia.
Untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi, pemerintah menyiapkan tambahan sekitar 30.000 laptop pada 2026.
Gus Ipul mengatakan, pengadaan laptop tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Rakyat. Fasilitas itu nantinya digunakan siswa untuk mengikuti proses belajar melalui learning management system (LMS).
Baca Juga:Cegah Kejahatan Sejak Dini, Kapolres Tasikmalaya Turun ke Jalan Sosialisasikan Call Center 110Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing, Gubernur Ahmad Luthfi Terus Upayakan Pemadaman
“Memang ini masih dalam pengadaan, tentu satu siswa satu laptop karena pembelajarannya adalah learning management system. Gurunya juga nanti pakai laptop, kemudian papan tulisnya smartboard, jadi papan tulis digital,” kata Gus Ipul saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten Bandung, Soreang, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun ajaran 2025, pemerintah telah membagikan lebih dari 15.000 laptop. Sementara itu, pengadaan tambahan sekitar 30.000 unit masih berlangsung dan diharapkan dapat berjalan lancar.
Penggunaan laptop tersebut akan dibatasi untuk kegiatan belajar di kelas. Siswa tidak diperbolehkan membawa perangkat itu ke asrama maupun tempat lain di luar peruntukannya.
“Laptop ini hanya untuk di kelas, tidak boleh dibawa ke luar ke asrama atau ke tempat-tempat yang tidak semestinya. Jadi hanya untuk pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Menurut Gus Ipul, penyediaan perangkat digital tersebut juga bertujuan membiasakan siswa dengan teknologi. Ia menilai kemampuan menggunakan teknologi menjadi salah satu hal penting yang perlu dibangun melalui proses pendidikan.
“Ini untuk menyiapkan anak-anak supaya lebih akrab dengan teknologi karena mereka adalah digital native,” tuturnya.Sebanyak 44 Ribu Siswa Tersebar di 182 Titik
Gus Ipul menyebut, Sekolah Rakyat saat ini telah menampung lebih dari 44.000 siswa di 182 titik penyelenggaraan di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 93 titik sudah menggunakan gedung permanen.
Baca Juga:Rawat Sejarah Perjuangan HMI, MD KAHMI Tasikmalaya Anugerahkan Penghargaan Kehormatan kepada Dua TokohDua Rumah dan Kandang Ternak di Tasikmalaya Ludes Terbakar, 12 Ekor Domba Mati Terpanggang
Sekolah Rakyat menyediakan pendidikan pada jenjang SD, SMP, dan SMA. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang belum pernah bersekolah, putus sekolah, atau tidak mendapatkan akses pendidikan.
Menurut Gus Ipul, penerimaan siswa dilakukan melalui pendekatan administratif berdasarkan kriteria kesejahteraan desil satu dan desil dua, tanpa tes akademik.
