JABAR EKSPRES – Kebakaran hebat melanda Kampung Batusirap, Desa Sukapada, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (16/10/2026) pagi.
Api dengan cepat melalap dua bangunan rumah panggung beserta satu kandang ternak hingga rata dengan tanah. Sebanyak 12 ekor domba yang berada di dalam kandang turut mati terbakar.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.25 WIB itu diduga bermula dari tungku yang digunakan untuk proses pembuatan gula. Api kemudian merembet dan membakar bangunan milik Dayat.
Baca Juga:Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Ahmad Luthfi Sudah Ingatkan Pentingnya Clean and Good GovernmentPemprov Jateng Libatkan 123 Perguruan Tinggi Bareng-Bareng Entaskan Kemiskinan
Cepatnya penyebaran api diduga dipengaruhi material bangunan yang didominasi kayu dan bambu. Kondisi tersebut membuat kobaran api dengan mudah membesar hingga menghanguskan rumah dan kandang ternak.
Ketua Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan awal terhadap warga terdampak untuk mengetahui dampak kerusakan serta kebutuhan penanganan pascakebakaran.
“Dari laporan sementara, dua unit rumah dan satu kandang ternak hangus terbakar. Sebanyak 12 ekor domba yang berada di dalam kandang juga mati akibat kejadian tersebut,” ujar Jembar, Jumat (16/10/2026).
Akibat kebakaran itu, korban diperkirakan mengalami kerugian material mencapai Rp250 juta. Nilai tersebut merupakan taksiran sementara berdasarkan pendataan awal di lapangan.
FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melengkapi pendataan dan asesmen kebutuhan korban. Langkah ini dilakukan sebagai bahan tindak lanjut penanganan bagi warga yang terdampak musibah.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat menggunakan tungku untuk kegiatan produksi rumah tangga.
Bara api yang tidak terkendali dapat dengan cepat memicu kebakaran, terlebih pada bangunan yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar seperti kayu dan bambu. (Hen)
