35 Tahun Len, Dorong Kemandirian Teknologi Pertahanan Indonesia dari Riset hingga Industrialisasi

35 Tahun Len, Dorong Kemandirian Teknologi Pertahanan Indonesia dari Riset hingga Industrialisasi
35 Tahun Len, Dorong Kemandirian Teknologi Pertahanan Indonesia dari Riset hingga Industrialisasi
0 Komentar

“Len memiliki peran penting dalam membangun ekosistem teknologi yang menghubungkan industri, riset dan pengembangan (R&D), serta talenta. Kehadiran ITB Innovation Park dapat menjadi titik temu atau melting pot antara industri dan R&D, sehingga mempercepat kolaborasi dan pengembangan kapabilitas teknologi nasional,” ujar Sigit Puji Santosa.

Menurutnya, penguatan ekosistem tersebut juga dapat membuka ruang yang lebih besar bagi Danantara dalam mendorong sinergi antara industri, investasi, R&D, dan pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi.

Salah satu fokus yang didorong adalah pengembangan talenta di bidang semikonduktor.

Baca Juga:Wabup Dorong SOR Mangunreja Berstandar FIFA, Bidik Homebase PersitasRelation Business Perkuat Peran Listrik Dorong Ekonomi Daerah

“Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, kami menargetkan pelatihan sedikitnya 15.000 talenta di bidang semiconductor sebagai bagian dari upaya membangun SDM yang mendukung pengembangan industri teknologi nasional,” ujarnya.

Target tersebut menunjukkan bahwa pengembangan teknologi tidak dapat dipisahkan dari kesiapan sumber daya manusia. Sebab, kemampuan menguasai teknologi strategis pada akhirnya membutuhkan talenta yang mampu melakukan riset, rekayasa, pengembangan, hingga penerapan teknologi di industri.

Kampus, Industri dan Pemerintah Perlu Terus Bersinergi

Penguatan ekosistem teknologi juga membutuhkan kesinambungan antara dunia pendidikan, riset, pengembangan talenta, dan kebutuhan industri.

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyediakan fondasi sumber daya manusia sekaligus menghasilkan riset dan inovasi yang dapat mendukung pengembangan teknologi nasional.

“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun talenta, riset, dan inovasi yang menjadi fondasi pengembangan teknologi nasional. Kolaborasi yang erat antara kampus, industri, pemerintah, dan mitra teknologi perlu terus diperkuat agar hasil riset dapat berkembang menjadi teknologi yang siap diterapkan dan diindustrialisasikan,” ucap Tatacipta Dirgantara.

Kolaborasi tersebut menjadi semakin penting karena proses pengembangan teknologi strategis membutuhkan rantai yang panjang. Riset perlu terhubung dengan kebutuhan pengguna, kemudian dikembangkan melalui kemampuan rekayasa, didukung investasi, hingga akhirnya dapat masuk ke tahap produksi dan industrialisasi.

BUMN Punya Peran Strategis Dorong Kedaulatan Teknologi

Di tengah kebutuhan tersebut, BUMN juga memiliki posisi strategis dalam membangun kapabilitas teknologi nasional.

0 Komentar