35 Tahun Len, Dorong Kemandirian Teknologi Pertahanan Indonesia dari Riset hingga Industrialisasi

35 Tahun Len, Dorong Kemandirian Teknologi Pertahanan Indonesia dari Riset hingga Industrialisasi
35 Tahun Len, Dorong Kemandirian Teknologi Pertahanan Indonesia dari Riset hingga Industrialisasi
0 Komentar

Teknologi tersebut juga memiliki potensi penerapan di sektor non-pertahanan, di antaranya melalui radar cuaca maupun coastal radar.

Di sisi lain, teknologi Satellite & Remote Sensing dapat mendukung pemantauan wilayah melalui imagery intelligence system untuk kebutuhan pertahanan. Teknologi serupa juga dapat dikembangkan untuk kepentingan mitigasi dan pemantauan bencana, seperti kebakaran hutan, banjir, hingga gempa.

Pengembangan keempat teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penguasaan teknologi nasional secara menyeluruh, mulai dari tahap riset dan rekayasa, integrasi sistem, hingga industrialisasi.

Baca Juga:Wabup Dorong SOR Mangunreja Berstandar FIFA, Bidik Homebase PersitasRelation Business Perkuat Peran Listrik Dorong Ekonomi Daerah

Langkah ini sekaligus membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri, TNI, akademisi, lembaga riset, serta mitra teknologi.

Tak Sekadar Defence, Kapabilitas Teknologi Dikembangkan Lintas Sektor

Len juga menilai bahwa pengembangan teknologi nasional tidak seharusnya berjalan dalam sekat yang kaku antara sektor defence dan non-defence.

Hal tersebut tercermin dari keterlibatan Len Incorporated sebagai bagian dari ekosistem Len yang bergerak di sektor non-pertahanan dalam Len Techno Day 2026.

Kehadiran Len Incorporated memperlihatkan bahwa kompetensi teknologi seperti digital technology, engineering, sensing, connectivity, data, dan system integration memiliki irisan yang dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan berbagai sektor.

Dengan pendekatan tersebut, Len Techno Day tidak hanya menjadi forum untuk membahas teknologi pertahanan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan cross-sector technology capabilities yang dimiliki ekosistem Len.

Pertukaran pengetahuan atau knowledge sharing antara entitas Len, akademisi, industri, pemerintah, serta mitra teknologi diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi.

Terlebih, tantangan pengembangan teknologi saat ini tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan inovasi. Teknologi yang dikembangkan juga perlu memiliki relevansi industri, dapat diterapkan dalam skala yang lebih luas, serta memiliki peluang untuk masuk ke tahap industrialisasi.

Dari Riset Menjadi Kapabilitas Strategis

Baca Juga:Pengamat: PLN Dinilai Kunci Transisi Energi IndustriDua Ruas Jalan di Tapal Batas Tasikmalaya Rampung, Bupati Cecep: Moal Aya Deui Nu Ngaledek!

Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat membuat Indonesia dituntut tidak hanya menghasilkan riset, tetapi juga mampu mengubah pengetahuan tersebut menjadi kapabilitas yang memberikan nilai strategis.

CTO BPI Danantara, Sigit Puji Santosa, menilai Len memiliki posisi penting dalam membangun ekosistem yang menghubungkan industri, riset dan pengembangan atau research and development (R&D), serta talenta.

0 Komentar