Relation Business Perkuat Peran Listrik Dorong Ekonomi Daerah

Pengamat: PLN Dinilai Kunci Transisi Energi Industri
Pengamat: PLN Dinilai Kunci Transisi Energi Industri. Foto pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Pengamat Kebijakan Publik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan menilai listrik memiliki peran penting dalam mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ketersediaan listrik yang andal mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha, sementara pendekatan Relation Business dapat membantu memastikan layanan kelistrikan semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan karakteristik setiap wilayah. Keberhasilan elektrifikasi tidak bisa hanya dilihat dari jumlah sambungan listrik,” kata Cecep.

Menurutnya, keberhasilan penyediaan listrik tidak cukup dilihat dari bertambahnya jumlah sambungan, tetapi juga dari sejauh mana listrik dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif masyarakat dan dunia usaha.

Baca Juga:Pengamat: PLN Dinilai Kunci Transisi Energi IndustriDua Ruas Jalan di Tapal Batas Tasikmalaya Rampung, Bupati Cecep: Moal Aya Deui Nu Ngaledek!

Cecep melanjutkan, akses listrik merupakan fondasi bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menjalankan berbagai kegiatan produktif. Ketika listrik tersedia secara andal, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk memanfaatkan teknologi dan peralatan yang dapat meningkatkan produktivitas.

Manfaat tersebut, menurut Cecep, dapat terlihat pada berbagai sektor, mulai dari kegiatan usaha, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Untuk itu, listrik perlu dilihat tidak hanya sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai bagian dari infrastruktur yang memungkinkan terciptanya nilai tambah. “Listrik harus memberikan efek berganda bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), misalnya, listrik memungkinkan penggunaan mesin produksi, peralatan digital, hingga perangkat penyimpanan yang dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi usaha.

Di sektor pertanian, listrik dapat dimanfaatkan untuk irigasi, pengolahan pascapanen, dan penyimpanan hasil produksi. Sementara pada usaha makanan, listrik mendukung penggunaan mesin pendingin dan berbagai peralatan produksi untuk menjaga kualitas produk, memperpanjang masa simpan, serta meningkatkan kapasitas usaha.

Menurut Cecep, kebutuhan tersebut membuat layanan kelistrikan perlu melihat karakteristik pelanggan dan aktivitas ekonomi di masing-masing wilayah. Kebutuhan energi kawasan industri tentu berbeda dengan sentra UMKM, kawasan pertanian, maupun pusat perdagangan.

Konteks tersebut relevan bagi Jawa Barat yang memiliki aktivitas ekonomi beragam, mulai dari industri manufaktur dan kawasan perdagangan hingga UMKM dan sektor berbasis teknologi. Perbedaan karakter ekonomi tersebut turut membentuk kebutuhan kelistrikan yang berbeda di setiap wilayah.

0 Komentar