“Ya, khawatirnya begitu. Karena sekarang saja sudah sering macet, apalagi dengan adanya pembangunan ini. Mudah-mudahan ke depannya tidak malah semakin parah,” tutur Ginanjar.
Kritik dari pengguna jalan tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah Kota Bandung. Pembangunan transportasi publik memang dibutuhkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Namun, manfaat jangka panjang tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan dampak lalu lintas selama proses pembangunan. Bagi pengguna jalan seperti Ginanjar, keberhasilan BRT nantinya bukan hanya diukur dari berdirinya infrastruktur dan beroperasinya layanan.
Baca Juga:Dishub Kabupaten Bandung Dorong Transportasi Berkelanjutan, Hadirkan 6 Koridor BRT dan 11 FeederĀ Wajah Baru Terminal Cicaheum, Kios Pedagang Dibongkar untuk Proyek Depo BRT
Kelancaran lalu lintas di sekitar koridor juga menjadi bagian penting yang akan menentukan apakah proyek tersebut benar-benar menjadi solusi atau justru menambah titik kemacetan baru di Kota Bandung.
