Dari Tanah Merah ke Lapak Nyaman, Harapan Baru Pedagang di Kawasan PKL Tamansari Bandung

Dari Tanah Merah ke Lapak Nyaman, Harapan Baru Pedagang di Kawasan PKL Tamansari Bandung
Pedagang menyiapkan makanan dan minuman di sentra kuliner di bawah jembatan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, Kota Bandung, Senin (2/11/2026). Pemerintah Kota Bandung meresmikan Andalan Kulier Pasupati (Anderpas) yang dirancang sebagai sentra kuliner terpadu yang direncakan menampung 60 pedagang kuliner. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebelum matahari meninggi, Noneng Nuryani sudah sibuk melayani pembeli kupat tahu Singaparna. Bagi pedagang yang telah lama menggantungkan hidup dari usaha kecilnya ini, pagi adalah waktu penting untuk meraup rezeki.

Namun, ada yang berbeda dari tempatnya berjualan sekarang. Jika dahulu ia harus berjibaku dengan debu dan tanah becek, kini Noneng bisa berjualan di kawasan PKL Tamansari, Kota Bandung, dengan fasilitas yang lebih tertata.

Perubahan itu membawa kebahagiaan tersendiri bagi Noneng. Bukan hanya karena tempat berjualan menjadi lebih nyaman, tetapi juga karena ia mendapatkan gerobak secara gratis untuk menunjang usahanya.

Baca Juga:Pemkot Bandung Tertibkan 66 Bangunan PKL di Balong Gede, Pedagang Diberi Waktu Bongkar MandiriBelasan Lapak PKL Cihapit Rata dengan Tanah, Pedagang Menangis Rugi

“Saya sangat bersyukur. Dulu waktu pertama kali jualan di sini, tempatnya tidak seperti sekarang. Kurang strategis, masih berupa tanah merah, banyak debu, dan kalau hujan becek,” kenangnya.

Bagi sebagian orang, gerobak mungkin hanya sarana berjualan. Namun, bagi pedagang kecil seperti Noneng, bantuan tersebut berarti penghematan modal sekaligus kesempatan untuk menjalankan usaha dengan lebih baik.

“Alhamdulillah sekarang dapat bantuan tempat yang nyaman dan gerobak gratis. Kalau di rumah, kita harus membawa gerobak sendiri. Di sini sudah disediakan,” ujarnya.

Kawasan PKL Tamansari menjadi salah satu ruang usaha yang ditata untuk memberikan tempat berjualan lebih layak bagi pedagang.Sebelum penataan, lapak-lapak di kawasan tersebut masih sederhana. Sebagian pedagang menggunakan terpal untuk melindungi barang dagangan, sementara kondisi tanah membuat aktivitas berjualan kurang nyaman ketika cuaca berubah.

Kini, kawasan tersebut mulai berubah. Gerobak yang tertata dan fasilitas pendukung menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan berdagang yang lebih rapi.

Bagi Noneng, penataan ini bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Ia justru menyambut baik ketika pemerintah mengajak para pedagang berdiskusi mengenai rencana pembenahan kawasan.

“Yang penting kita datang dalam keadaan bersih dan pulang juga bersih. Alhamdulillah, pedagang di sini bukan digusur, tetapi justru ditempatkan kembali di lokasi yang lebih rapi,” tuturnya.

Baca Juga:Tertibkan PKL Pasar Kiaracondong, Farhan Prioritaskan Pembenahan Drainase dan Penataan ParkirTolak Pembongkaran Tanpa Musyawarah, PKL Depan Unisba Minta Pemerintah Duduk Bersama

Ia juga memastikan bahwa fasilitas yang diterimanya tidak dipungut biaya. Gerobak, tempat sampah, hingga lampu disediakan untuk mendukung aktivitas para pedagang.

0 Komentar