JABAR EKSPRES – Pengembangan layanan Bus Rapid Transit (BRT) di Cekungan Bandung, dinilai dapat memperkuat ekosistem transportasi yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Hilman Kadar mengatakan, pengembangan BRT Cekungan Bandung dihadirkan sebagai layanan transportasi umum.
“Bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan, meningkatkan konektivitas antarkawasan dan antarmoda serta memperkuat infrastruktur pendukung berupa terminus dan depo,” katanya kepada Jabar Ekspres, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga:Wajah Baru Terminal Cicaheum, Kios Pedagang Dibongkar untuk Proyek Depo BRTBRT Bandung Dinilai Sulit Diminati Jika Tak Punya Kepastian Waktu Tempuh
Dijelaskan Hilman, terkait pengembangan layanan BRT ini terdapat 4 Koridor yang berakhir di Kabupaten Bandung, serta 2 Koridor yang melintas wilayah Kabupaten Bandung.
“Saat ini 4 Koridor layanan BRT sudah beroperasi dan 2 Koridor lainnya dalam rencana penambahan,” jelasnya.
Diketahui, Cekungan Bandung masuk dalam kategori wilayah metropolitan, yang mencakup sejumlah daerah di antaranya Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, serta Kabupaten Sumedang.
Adapun Jaringan BRT Cekungan Bandung, dirancang secara komprehensif dengan total panjang layanan 684 kilometer, jalur khusus sepanjang 21 kilometer, serta didukung oleh 34 stasiun BRT dan 719 bus stop.
Sistem ini nantinya akan mengoperasikan 478 unit bus listrik yang melayani 18 rute utama.
Koridor-koridor tersebut mengoneksikan titik-titik krusial seperti rute Cibiru – Kalapa, Lembang – Kalapa, Leuwipanjang – Dipatiukur – Dago, Elang – Riau, Ciroyom – Antapani – Pajajaran, hingga Cibaduyut – Leuwipanjang – Dago.
Selain itu, jaringan ini juga menjangkau wilayah penyangga melalui rute Padalarang – Alun-alun Bandung, Cimahi – Cicaheum, Ledeng – Antapani, Cicaheum – Kalapa via Binong, Tegalluar – St. Hall, Soreang – Terminal Tegalega, Jatinangor – Cibeureum, Majalaya – Baleendah – Leuwipanjang, Banjaran – Baleendah – BEC, Sarijadi – Antapani, Cicaheum – Sarijadi, serta Jatinangor – Dipatiukur via Tol.
Baca Juga:Farhan Pastikan Angkot Tak Akan Dihapus, Disiapkan Jadi Feeder Transportasi BRTProyek BRT Bandung Raya Buka Peluang Investasi Gedung Parkir
Pengembangan infrastruktur BRT di Wilayah Cekungan Bandung dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya menyangkut jalur khusus dan stasiun BRT, tetapi juga fasilitas operasional seperti depo dan terminal.
Untuk menjamin efisiensi layanan, koridor utama diperkuat dengan titik pemberhentian berupa bus stop dan halte off-corridor.
Selain itu, aspek manajemen lalu lintas modern turut diintegrasikan melalui penerapan Intelligent Transport System (ITS) dan Area Traffic Control System (ATCS).
