Wajah Baru Terminal Cicaheum, Kios Pedagang Dibongkar untuk Proyek Depo BRT

Pedagang berjalan di samping reruntuhan kios miliknya di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa (25/8/2026).
Pedagang berjalan di samping reruntuhan kios miliknya di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa (25/8/2026). Sebanyak 115 kios dibongkar secara mandiri oleh pedagang seiring rencana alih fungsi Terminal Cicaheum menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya serta Pemerintah Kota Bandung juga telah memberikan kompensasi kepada para pedagang. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Sejumlah kios pedagang di kawasan Terminal Cicaheum, Kota Bandung, mulai dibongkar untuk mendukung rencana pembangunan depo Bus Rapid Transit atau BRT.

Pembongkaran kios tersebut dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan Terminal Cicaheum yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai salah satu fasilitas pendukung sistem transportasi massal BRT di Kota Bandung.

Sejumlah pedagang yang sebelumnya menjalankan usaha di kawasan terminal menyebut proses pembongkaran dilakukan secara sukarela. Mereka mengaku telah menerima uang kompensasi dari pihak terkait sebelum kios dibongkar.

Baca Juga:Kapolres Tasikmalaya Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah dalam Melayani MasyarakatBupati Tasikmalaya Apresiasi Dua Pelajar Peraih Medali O2SN Nasional 2026, Buah Perjuangan dari Tingkat Daerah

Nilai kompensasi yang diterima pedagang berbeda-beda, mulai dari sekitar Rp7 juta hingga Rp20 juta. Besaran tersebut disesuaikan dengan jenis usaha serta kondisi kios yang ditempati masing-masing pedagang.

Salah seorang pedagang Terminal Cicaheum, Dindin mengatakan, dirinya bersama pedagang lainnya bersedia mengosongkan kios setelah menerima kompensasi yang telah disepakati.

“Pembongkarannya sukarela. Kami sudah mendapatkan uang kompensasi, nilainya memang berbeda-beda, ada yang Rp7 juta, ada juga yang sampai Rp20 juta, tergantung jenis usaha dan tempatnya,” ujarnya Selasa (25/8).

Menurutnya, para pedagang memahami rencana pemerintah melakukan penataan Terminal Cicaheum untuk mendukung pengembangan transportasi publik. Meski harus meninggalkan lokasi usaha, pedagang berharap proses penataan tetap memperhatikan keberadaan mereka.

“Kami memahami karena ini untuk pembangunan dan penataan transportasi. Yang penting prosesnya jelas dan kompensasi sudah diberikan,”* katanya.

Terminal Cicaheum sendiri menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan jaringan transportasi massal di Kota Bandung. Keberadaan depo BRT di kawasan tersebut diharapkan dapat menunjang operasional armada sekaligus meningkatkan konektivitas transportasi publik.

Dengan dibongkarnya kios-kios tersebut, kawasan Terminal Cicaheum nantinya akan mengalami perubahan fungsi dan tata ruang. Pemerintah diharapkan memastikan proses pembangunan berjalan tertib serta tetap memperhatikan aspek sosial bagi para pedagang yang terdampak.

Baca Juga:Leuwikeris Jadi Etalase Wisata dan UMKM Tasikmalaya di Jambore Nasional Overlanding Indonesia 2026Pemkab Tasikmalaya Usulkan Rp400 Miliar untuk Menuntaskan SOR Mangunreja

Penataan Terminal Cicaheum menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi umum sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi di Kota Bandung. (Dam)

0 Komentar