JABAR EKSPRES – Bagi sebagian orang, influenza mungkin terdengar seperti penyakit biasa yang datang ketika musim hujan atau ketika kondisi tubuh sedang menurun. Di balik gejala yang sering dianggap ringan itu terdapat virus yang memiliki sejarah panjang dalam menyebabkan wabah besar di dunia.
Influenza A pernah menjadi penyebab pandemi besar pada 1918 yang menewaskan puluhan juta orang. Virus dari kelompok yang sama kembali menjadi perhatian pada pandemi 2009 ketika muncul apa yang saat itu dikenal sebagai flu babi.
Pada 2026, influenza A kembali menjadi perhatian di Indonesia. Ini bukan pandemi baru. Hanya perubahan pola virus yang terdeteksi melalui sistem pemantauan Kementerian Kesehatan.
Baca Juga:Temui Gubernur Banten, Telkom Akses Dorong Penguatan dan Penataan Infrastruktur DigitalFeel Koplo Guncang CFD Bekasi di Extrajoss Ultimate Takeover
Awal tahun, perhatian tertuju pada influenza A(H3N2) subclade K yang sempat ramai disebut sebagai “superflu”. Beberapa bulan kemudian, pada September 2026, giliran Influenza A(H1N1)pdm09 yang mendominasi temuan pemeriksaan. Dua peristiwa itu mengingatkan bahwa Influenza A bukan virus yang mudah ditebak. Virus ini terus berubah dan beradaptasi, sehingga harus dipantau dari waktu ke waktu.
Influenza A merupakan salah satu jenis virus yang menyerang saluran pernapasan. Virus ini memiliki materi genetik berupa RNA yang terbagi menjadi delapan bagian.
Di permukaan virus terdapat dua protein yang sangat penting, yakni hemagglutinin atau HA dan neuraminidase atau NA.
Secara sederhana, HA dapat dibayangkan sebagai bagian yang membantu virus menempel dan masuk ke sel manusia. Sementara NA membantu virus-virus baru keluar dari sel yang sudah terinfeksi dan menyebar ke sel lainnya. Kombinasi kedua protein itu kemudian digunakan untuk mengenali berbagai jenis Influenza A, seperti H1N1, H3N2, atau H5N1.
Ketika seseorang menghirup partikel yang mengandung virus, influenza dapat masuk ke saluran pernapasan dan berkembang biak di dalam sel. Pada sebagian besar orang, infeksi menimbulkan gejala, seperti demam, batuk, pilek, nyeri otot, sakit kepala, dan rasa lelah.
Namun, influenza tidak selalu ringan. Pada kelompok tertentu, terutama lansia, anak kecil, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta, infeksi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, termasuk pneumonia dan gangguan pernapasan.
