Farhan Pastikan Angkot Tak Akan Dihapus, Disiapkan Jadi Feeder Transportasi BRT

Penumpang berjalan menuju angkutan kota (angkot) di Terminal Cicaheum, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (
Penumpang berjalan menuju angkutan kota (angkot) di Terminal Cicaheum, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (23/7/2026). Pemerintah Kota Bandung memastikan angkot tidak akan dihapus seiring pengembangan sistem Bus Rapid Transit (BRT), melainkan dipertahankan dan ditransformasikan sebagai angkutan pengumpan (feeder) berbasis kendaraan listrik yang terintegrasi dengan layanan BRT guna mewujudkan sistem transportasi umum yang lebih modern, efisien, serta tetap menjaga keberlangsungan mata pencaharian pengemudi angkot. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Jabarekspres – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan keberadaan angkutan kota (angkot) tetap dipertahankan dalam pengembangan sistem transportasi umum terintegrasi. Ke depan, angkot akan bertransformasi menjadi angkutan pengumpan (feeder) yang terhubung dengan layanan Bus Rapid Transit (BRT) dan menggunakan kendaraan listrik.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, integrasi transportasi umum tidak bertujuan mematikan moda transportasi yang sudah ada. Sebaliknya, angkot akan menjadi bagian dari sistem transportasi massal yang sedang disiapkan.

“Angkot akan dijadikan feeder menggunakan mobil listrik. Nah, bisnis modelnya seperti apa, sedang dikelola oleh Dinas Perhubungan, koperasi-koperasi angkutan, dan juga beberapa pihak swasta yang menjadi investor,” kata Farhan kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga:Golkar Cianjur Komitmen Kawal Pelaksanaan Tatib dan Tata Beracara Baru DPRDKasus Kekerasan Anak di Tasikmalaya Masih Tinggi, Mayoritas Pelaku Orang Terdekat Korban

Farhan memastikan, selama sistem transportasi berbasis kendaraan listrik belum beroperasi, angkot tetap harus melayani masyarakat seperti biasa.

“Tidak boleh berhenti. Mau pakai apa pun, kendaraan umum tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Selain menyiapkan integrasi moda transportasi, Pemkot Bandung juga tengah mengkaji rekayasa lalu lintas untuk mendukung operasional BRT. Salah satu opsi yang sedang dipelajari adalah perubahan arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani menjadi satu arah.

Menurut Farhan, saat ini pemerintah masih menyusun analisis dampak lalu lintas (Andalalin) sebelum memutuskan skema rekayasa yang akan diterapkan.

“Yang pasti sekarang kita sedang mempelajari analisis dampak lalu lintas. Apabila pembangunan jalan untuk BRT ini sudah dilaksanakan, simulasi-simulasinya belum selesai, tetapi kelihatan akan ada pengalihan jalan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan arus di Jalan Ahmad Yani masih dalam tahap kajian dan akan disesuaikan dengan hasil simulasi lalu lintas.

“Kami juga sedang melihat kemungkinan Jalan Ahmad Yani ini dijadikan searah semuanya. Nah, ini akan sangat mempengaruhi nanti seberapa besar pembangunan yang akan dilakukan,” katanya.

Baca Juga:Universitas Galuh dan UTHM Malaysia Kolaborasi Digitalisasi Folklor Serumpun Berbasis AIWabup Tasikmalaya: Pemeriksaan BPK Jangan Dipandang untuk Cari-cari Kesalahan

Pemkot Bandung berharap integrasi angkot sebagai feeder dan pengembangan BRT dapat menghadirkan sistem transportasi umum yang lebih modern, efisien, serta mampu mengurangi kemacetan tanpa menghilangkan mata pencaharian para pengemudi angkot. (Dam)

0 Komentar