JABAR EKAPRES – SMA BPK Penabur Cirebon tinggal selangkah lagi untuk mempertahankan gelar Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java.
Sebagai juara bertahan 2025, Penabur Cirebon kembali berhasil mencapai partai puncak.
Kali ini, mereka akan berhadapan dengan Global Prestasi School (GPS) Bandung di Bandung Arena, Minggu (27/9).
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ulangan final DBL West Java-East 2026. GPS datang membawa misi revans, sementara Penabur Cirebon ingin menjaga trofi tetap berada di Cirebon.
Baca Juga:Sempat Terancam Comeback, Fivers Singkirkan Trimulia dan Tembus Final DBL West JavaGagal di Final Sebelumnya, GPS Bandung Bawa Misi Revans Lawan Penabur Cirebon
Menariknya, Penabur Cirebon tidak datang ke final dengan kondisi yang sama seperti ketika mereka menjalani laga-laga sebelumnya.
Perjalanan menuju final sempat mendapat ujian ketika Inez Angelina Welly, salah satu pemain andalan Penabur Cirebon, mengalami cedera ankle pada final DBL West Java-East.
Cedera tersebut membuat Inez tidak berada di bangku cadangan ketika Penabur Cirebon menjalani babak Championship DBL West Java.
Inez hanya menyaksikan pertandingan dari tribune VIP Bandung Arena. Absennya salah satu mesin poin utama tentu menjadi tantangan.
Namun, situasi tersebut justru memperlihatkan bahwa Penabur Cirebon memiliki pilihan lain untuk mengisi peran di lapangan.
Tanpa Inez, distribusi poin Penabur Cirebon menjadi lebih merata. Racquell Fulgencia tetap menjadi salah satu tumpuan tim. Namun, perhatian kemudian tertuju kepada Maria Audrey, pemain rookie yang tampil menonjol di babak Championship.
Audrey tampil selama 21 menit dan menjadi pencetak angka terbanyak Penabur Cirebon dengan 16 poin. Yang membuat penampilannya semakin menarik, Audrey sempurna ketika melakukan tembakan dua angka.
Baca Juga:Sempat Terancam Comeback, Fivers Singkirkan Trimulia dan Tembus Final DBL West JavaFinal Ulangan Penabur Cirebon vs GPS Bandung, Siapa Penguasa DBL West Java?
Ia mencatatkan 4/4 untuk tembakan tersebut. Dari garis free throw, akurasinya juga sempurna dengan 8/8. Penampilan tersebut menjadi tambahan modal bagi Penabur Cirebon menjelang partai final.
Mereka kini memiliki opsi lain untuk menghasilkan angka, terutama jika Inez belum bisa tampil dengan kondisi seperti biasanya.
Jika Inez akhirnya turun pada partai final, Penabur Cirebon tetap harus memperhitungkan kondisi sang pemain. Inez kemungkinan tidak akan menjadi pusat serangan seperti biasanya.
Kehadirannya bisa saja justru menjadi magnet yang menarik perhatian pemain-pemain GPS Bandung. Situasi tersebut dapat membuka ruang bagi pemain Penabur Cirebon lainnya.
