Dishub Kabupaten Bandung Dorong Transportasi Berkelanjutan, Hadirkan 6 Koridor BRT dan 11 Feeder 

Dishub Kabupaten Bandung Dorong Transportasi Berkelanjutan, Hadirkan 6 Koridor BRT dan 11 Feeder 
Dorong ekosistem transportasi berkelanjutan, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung tingkatkan layanan melalui _Bus Rapid Transit_ (BRT) dengan 6 Koridor dan 11 Feeder. (DOK: Dishub Kabupaten Bandung for Jabar Ekspres)
0 Komentar

Guna mendukung ekosistem transportasi yang berkelanjutan, proyek ini juga melengkapinya dengan penyediaan fasilitas transportasi tidak bermotor (non-motorized transport).

Hilman memaparkan, mengenai rincian Koridor BRT eksisting, rencana penambahan koridor baru, rencana perpanjangan rute, usulan feeder, pembangunan terminus dan depo, serta skema Public Service Obligation (PSO) di Kabupaten Bandung.

“Koridor BRT yang sudah berjalan (Eksisting), koridor pertama itu Koridor Soreang – Leuwipanjang. Panjang rutenya 40,42 kilometer,” paparnya.

Baca Juga:Wajah Baru Terminal Cicaheum, Kios Pedagang Dibongkar untuk Proyek Depo BRTBRT Bandung Dinilai Sulit Diminati Jika Tak Punya Kepastian Waktu Tempuh

“Waktu tempuh rata-rata 90 menit, operator Perum DAMRI, armada 15 bus + 1 bus cadangan dan 18 titik halte atau bus stop,” tambah Kadishub.

Kemudian koridor kedua yakni Koridor Baleendah – BEC, memiliki panjang rute mencapai 37,94 kilometer dengan waktu tempuh rata-rata 180 menit.

“Operator PT Big Bird Pusaka, armada 16 bus plus 2 bus cadangan, dan 8 titik halte atau bus stop,” ujar Hilman.

Selanjutnya koridor ketiga, yakni Koridor Majalaya – Leuwipanjang, memiliki panjang rute 55 kilometer, dengan waktu tempuh rata-rata 180 menit.

“Operator Perum DAMRI, armada 8 bus plus 2 bus cadangan, dan 17 titik halte atau bus stop,” ucap Hilman.

“Keempat itu Koridor Dipatiukur – Jatinangor, panjang rutenya 72,3 kilometer, waktu tempuh rata-rata 200 menit. Operator Perum DAMRI, armada 25 bus plus 3 bus cadangan, dan 3 titik halte atau bus stop,” lanjutnya.

Sedangkan untuk rencana penambahan koridor baru di wilayah Kabupaten Bandung, diungkapkan Hilman, wacananya akan diaktifkan Koridor Tegalluar – Stasiun Hall dan yang kedua Koridor Cibereum – Leuwipanjang – Jatinangor via Cinunuk.

Baca Juga:Farhan Pastikan Angkot Tak Akan Dihapus, Disiapkan Jadi Feeder Transportasi BRTProyek BRT Bandung Raya Buka Peluang Investasi Gedung Parkir

Adapun wacana perpanjangan rute koridor BRT Eksisting Kabupaten Bandung, yakni Koridor Eksisting Soreang – Leuwipanjang menjadi Soreang – Leuwipanjang – Tegalega via Margahayu.

Selanjutnya, tutur Hilman, untuk Koridor Eksisting BEC – Baleendah rencananya akan pengembangan menjadi BEC – Baleendah – Banjaran.

Sementara itu, terdapat usulan Feeder Kabupaten Bandung dengan rute sebagai berikut. 1. Soreang – Ciwidey2. Soreang – Banjaran3. Stasiun Rancaekek – Jatinangor4. Tanjungsari – Pasar Cileunyi5. Baleendah – Cibaduyut6. Cileunyi – Cicalengka7. Tegalluar – Derwati – Majalaya8. Mahmud – Kopo9. Soreang – Bandasari10. Soreang – Cimahi11. Pacet – Ciparay

Kadishub mengucapkan, dalam upaya peningkatan ekosistem transportasi ini, Dishub Kabupaten Bandung merencanakan titik pemberhentian akhir alias Terminus BRT.

0 Komentar