“Pertama itu Terminus Soreang, berlokasi di Terminal Soreang eksisting. Melayani koridor Leuwipanjang – Soreang, membutuhkan sekitar 400 meter persegi untuk parkir 10 bus, dan DED telah disetujui oleh World Bank,” bebernya.
Adapun yang kedua, yakni Terminus Banjaran, wacananya berlokasi di Terminal Banjaran Eksisting. Melayani koridor Banjaran – BEC, dengan kebutuhan lahan minimal sekitar 800 meter persegi.
Lalu yang ketiga, yakni Terminus Majalaya, rencananya berada di dekat Pasar Baru Majalaya. Melayani koridor Majalaya – Baleendah – Leuwipanjang, dengan kebutuhan lahan masih dalam tahap kajian oleh Tim DED.
Baca Juga:Wajah Baru Terminal Cicaheum, Kios Pedagang Dibongkar untuk Proyek Depo BRTBRT Bandung Dinilai Sulit Diminati Jika Tak Punya Kepastian Waktu Tempuh
Hilman menyampaikan, dalam hal ini juga Dishub Kabupaten Bandung sedang mewacanakan Depo BRT.
“Pertama Depo Soreang, rencananya berlokasi di samping RSUD Otista, dengan luas lahan sekitar 5.991 meter persegi dan kapasitas rencana sekitar 40 bus,” imbuhnya.
“Kemudian yang kedua itu Depo Majalaya, direncanakan berlokasi di dekat Pasar Baru Majalaya. Memiliki luas lahan 2.465 meter persegi, dengan kapasitas rencana 24 bus,” pungkas Hilman. (Bas)
