Mengenal Indriyani Rachman, Ph.D.: Merajut Pengetahuan Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana

Mengenal Indriyani Rachman, Ph.D.: Merajut Pengetahuan Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana
Mengenal Indriyani Rachman, Ph.D.: Merajut Pengetahuan Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana
0 Komentar

Kolaborasi antarlembaga kemudian berkembang melalui penelitian, pelatihan, konferensi internasional, dan publikasi bersama.

Indriyani juga terlibat dalam berbagai kegiatan akademik lainnya, mulai dari seminar pendidikan lingkungan, kuliah umum pembangunan berkelanjutan, program pertukaran pengetahuan rendah karbon, hingga kegiatan internasional yang mempertemukan mahasiswa Indonesia dengan lingkungan akademik di Kitakyushu.

Pada Februari 2025, hasil penelitian mengenai pelatihan guru dan media pembelajaran mitigasi bencana dipaparkan dalam webinar IASSSF.

Baca Juga:Titik Sadrah Jadi Konser Terakhir for Revenge? Boniex dan Chimot Buka SuaraAkses Sekolah Terhambat Waduk, DPRD KBB Dorong Penyeberangan Aman

Dalam kesempatan tersebut, kembali ditekankan pentingnya memberikan ruang yang lebih besar bagi pendidikan kebencanaan dalam sistem pendidikan agar generasi muda memiliki kesiapan menghadapi berbagai risiko di masa depan.

Membangun Budaya Siap BencanaPendidikan lingkungan dan pendidikan kebencanaan sesungguhnya memiliki hubungan yang sangat erat.

Kerusakan lingkungan dapat memperbesar dampak bencana. Sebaliknya, bencana dapat memunculkan persoalan lingkungan baru, mulai dari timbulan sampah, pencemaran air, hingga kerusakan ekosistem.

Karena itu, membangun kesiapsiagaan membutuhkan kerja bersama antara peneliti, guru, sekolah, pemerintah, keluarga, dan masyarakat.

Dalam mata rantai tersebut, guru memiliki posisi yang sangat strategis. Guru berada dekat dengan peserta didik dan memiliki kemampuan menerjemahkan pengetahuan ilmiah menjadi pengalaman belajar yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami.

Kolaborasi Indriyani dengan PPG UPI menjadi bagian dari upaya tersebut. Melalui penguatan kompetensi calon guru dan guru profesional, pendidikan lingkungan dan kebencanaan diharapkan dapat hadir secara lebih konsisten dalam proses pembelajaran.

Tujuannya bukan sekadar membuat anak mampu menyebutkan jenis-jenis bencana. Lebih dari itu, mereka perlu belajar membaca lingkungan, mengenali risiko, mengambil keputusan, bekerja sama, dan mengetahui cara bertindak secara aman.

Baca Juga:Sunset di Kebun Hadirkan Konser Musik Sekaligus Jadi Ruang Edukasi Lingkungan Anak YKI Kota Bogor Siapkan Rumah Sahabat Kanker Gratis di Kayumanis, 1.951 Pasien Jadi Sasaran 

Dari Matsumoto Lab di Kitakyushu, perjalanan akademik Indriyani Rachman membawa sebuah pesan penting untuk Indonesia: kesiapsiagaan tidak lahir secara tiba-tiba ketika sirene berbunyi.

Kesiapsiagaan tumbuh jauh sebelumnya, melalui pengetahuan yang diberikan, latihan yang dilakukan secara berulang, kepedulian terhadap lingkungan, serta kebiasaan untuk selalu siap menghadapi risiko.

0 Komentar