Berbagai penelitian tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak dapat dilepaskan dari kesadaran dan keterlibatan masyarakat.
Menghidupkan Pembelajaran melalui KamishibaiPerhatian Indriyani kemudian berkembang pada pengembangan media pendidikan lingkungan dan kebencanaan. Salah satu media yang dikembangkan adalah kamishibai, teater kertas tradisional Jepang yang menggabungkan kekuatan cerita dan gambar.
Dalam kamishibai, cerita disampaikan melalui rangkaian ilustrasi yang ditampilkan satu per satu. Guru atau pencerita membacakan narasi sambil memperlihatkan gambar kepada peserta didik.
Baca Juga:Titik Sadrah Jadi Konser Terakhir for Revenge? Boniex dan Chimot Buka SuaraAkses Sekolah Terhambat Waduk, DPRD KBB Dorong Penyeberangan Aman
Sederhana, visual, dan komunikatif, kamishibai dapat membantu anak memahami tema yang terkadang terasa rumit, termasuk risiko bencana.
Melalui cerita, siswa dapat membayangkan situasi gempa bumi, banjir, tsunami, kebakaran, maupun bencana lainnya. Mereka kemudian diajak mendiskusikan apa yang harus dilakukan dan keputusan apa yang perlu diambil ketika menghadapi situasi tersebut.
Dalam penelitian pembelajaran mitigasi bencana, Indriyani bersama tim dari The University of Kitakyushu dan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Universitas Pakuan, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Malang, Universitas Sumatera Utara, UPI Kampus Cibiru, UPI Kampus Purwakarta, dan Politeknik Al Islam Bandung, mengembangkan pelatihan bagi guru sekolah dasar.
Salah satu kegiatan dilaksanakan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, wilayah yang memiliki kerawanan terhadap bencana. Pelatihan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembekalan teori, uji coba media, hingga evaluasi pemahaman siswa.
Selain kamishibai, digunakan pula pendekatan machitanken, yakni kegiatan eksplorasi lingkungan sekitar. Siswa diajak berjalan mengamati lingkungan, mengenali potensi bahaya, memetakan jalur evakuasi, serta memahami fasilitas penting yang berada di sekitar sekolah maupun tempat tinggal.
Pendekatan ini membawa pendidikan kebencanaan keluar dari ruang kelas. Lingkungan sehari-hari menjadi ruang belajar, sementara siswa tidak hanya mendengar penjelasan tentang bencana, tetapi juga belajar mengenali risiko yang mungkin mereka hadapi secara langsung.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kamishibai dan machitanken dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa mengenai bencana sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan mengambil keputusan dalam situasi darurat.
Baca Juga:Sunset di Kebun Hadirkan Konser Musik Sekaligus Jadi Ruang Edukasi Lingkungan Anak YKI Kota Bogor Siapkan Rumah Sahabat Kanker Gratis di Kayumanis, 1.951 Pasien Jadi SasaranÂ
Belajar Sebelum, Saat, dan Setelah BencanaSalah satu gagasan penting yang dikembangkan Indriyani adalah pendidikan kebencanaan harus dibangun secara menyeluruh.
