Kemenkes Uji Reformasi Layanan di Bandung, Pangkas Rujukan Puskesmas

Wagub Erwan Setiawan dan Sekjen Kemenkes Kunta saat di Dinkes Jabar. (son)
Wagub Erwan Setiawan dan Sekjen Kemenkes Kunta saat di Dinkes Jabar. (son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) uji coba sejumlah reformasi layanan kesehatan di Kota Bandung. Salah satunya memangkas rujukan langsung ke rumah sakit berbasis kompetensi.

Namanya adalah Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP). Konsepnya memudahkan masyarakat agar bisa dirujuk ke rumah sakit yang memiliki kapasitas langsung menangani penyakit yang dideritanya.

Sekjen Kemenkes Kunta Wibawa menguraikan, pola rujukan yang berlaku saat ini adalah bertingkat. Misalnya dari faskes tingkat satu kemudian dirujuk ke RS Type C lalu B hingga ke A.

Baca Juga:RSKGM Kota Bandung Keliling Kecamatan, Safari Dental Care Ajak Warga Tak Abai Kesehatan GigiBPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Nah konsep itu akan dipangkas. Dari Puskesmas akan dirujuk sesuai dengan penyakitnya.

“Kalau penyakitnya adalah jantung complicated, ya dia langsung ke rumah sakit yang mempunyai layanan jantung utama,” cetusnya saat ditemui di Dinkes Jabar, Jum’at (25/9).

Selain memudahkan masyarakat, konsep itu juga akan mengefisienkan tagihan BPJS. Karena tak perlu bayar empat tingkat rujukan.

Reformasi berikutnya adalah Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Ruang layanan rawat inap akan disesuaikan standarnya. Mulai dari tempat tidur, toilet hingga sarana penunjangnya.

“Satu ruangan maksimal 4 tempat tidur. Supaya Masyarakat lebih nyaman. Kalau saat ini ada 6 atau 8, itu kan jadi agak kurang nyaman, ” cetusnya.

Kemudian reformasi berikutnya adalah berkaitan dengan tarif, yakni Tarif INA-CBGs.

Menurut Kunta, uji coba dilakukan di 4 kota/kabupaten dan Bandung salah satunya. Bandung menjadi pilihan karena kota besar yang semua tingkatkan layanan kesehatan ada. Mulai dari madya, dasar, utama sampai paripurna.

“Puskesmas-nya juga sudah bagus,” katanya.

Sementara itu Wagub Jabar Erwan Setiawan menyambut baik uji coba itu. Ia berharap implementasi dari berbagai reformasi itu bisa disegerakan demi kepentingan masyarakat. (son)

0 Komentar