JABAR EKSPRES – Ada mimpi yang pernah ditulis ketika masih duduk di bangku SMP. Bagi Mysha Ariana Munawar, salah satunya adalah bisa merasakan langsung atmosfer Honda DBL with Kopi Good Day.
Mimpi itu akhirnya terwujud. Bukan hanya sekali, Arian telah tiga tahun menjadi bagian dari skuad Global Prestasi School (GPS) Bandung di Honda DBL with Kopi Good Day West Java-East. Kini, perjalanan tersebut telah sampai pada musim terakhirnya sebagai pemain SMA.
Dan ia belum ingin berhenti dengan sekadar pengalaman bermain di DBL. Arian masih memiliki satu mimpi yang ingin dituntaskan: membawa GPS Bandung menjadi juara.
Baca Juga:Dari Laut hingga Dewi Parwati, Lima Cerita Indonesia di Best Five DBL Dance West Java-EastTak Tergoyahkan Sejak 2021, Penabur Cirebon Kembali Juara DBL West Java-East
Kesempatan itu terbuka setelah GPS Bandung memastikan tiket Final Party DBL West Java 2026. Tim putri GPS menundukkan SMAN 1 Bogor dengan skor 62-37 pada babak Championship DBL West Java. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Arian ke final keduanya di panggung DBL West Java.
Arian sudah mengenal basket sejak sekolah dasar. Namun, olahraga tersebut mulai ia tekuni dengan lebih serius ketika memasuki SMP.
Pada fase itulah ia mengenal DBL dan mulai memiliki gambaran tentang apa yang ingin dicapai dalam perjalanan basketnya.
Ketika memasuki SMA, Arian bahkan membuat daftar mimpi dan keinginan yang ingin diwujudkannya. Salah satunya sederhana, tetapi berarti besar: bermain di DBL.
“Jujur, awalnya aku main basket itu buat senang-senang. Sampai aku SMP dan tahu DBL itu fokus aku bukan cuman main buat senang-senang aja. Aku langsung bertekad buat ngepush diri aku biar nanti waktu SMA, aku bisa ngerasain main di DBL,” ungkapnya.
Keinginan tersebut kemudian menjadi kenyataan. Arian mendapatkan kesempatan membela GPS Bandung dan merasakan langsung atmosfer kompetisi yang sebelumnya hanya ia bayangkan ketika masih SMP.
Menurutnya, DBL memang memiliki daya tarik tersendiri bagi siswa SMA.
“DBL itu sudah melekat banget ke anak-anak SMA. Di bayanganku waktu SMP itu bisa main basket di DBL itu another level. Apalagi kalau bisa main bagus dan dapat kesempatan buat berangkat DBL Camp,” ceritanya.
