Jabar Ekspres – DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendorong adanya solusi darurat bagi pelajar di Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, yang harus menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit bambu menuju sekolah.
Ketua DPRD KBB, Muhammad Mahdi, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat segera mengambil langkah untuk memastikan keselamatan para siswa selama akses menuju sekolah belum tersedia secara layak.
“Saya prihatin melihat anak-anak harus menggunakan rakit bambu untuk berangkat sekolah. Kita harus memastikan mereka bisa menempuh pendidikan dengan aman dan layak,” kata Mahdi, Senin (31/8/2026).
Baca Juga:Sunset di Kebun Hadirkan Konser Musik Sekaligus Jadi Ruang Edukasi Lingkungan AnakĀ YKI Kota Bogor Siapkan Rumah Sahabat Kanker Gratis di Kayumanis, 1.951 Pasien Jadi SasaranĀ
Mahdi mengatakan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan dan pemenuhan hak dasar anak untuk mendapatkan pendidikan.
Ia pun akan segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak terkait untuk mencari solusi sementara yang bisa diterapkan dalam waktu dekat.
“Untuk sementara, kami akan mencari solusi yang paling cepat dan aman, apakah melalui jembatan darurat atau perahu penyeberangan yang memenuhi standar keselamatan,” ujarnya.
Menurut Mahdi, solusi darurat diperlukan sembari menunggu pembangunan akses permanen yang dapat digunakan warga dalam jangka panjang.
Untuk itu, DPRD KBB akan mendorong dan mengawal agar pembangunan jembatan permanen menjadi bagian dari prioritas penganggaran pemerintah daerah.
“Untuk jangka panjang, DPRD akan mendorong dan mengawal anggaran pembangunan jembatan permanen agar bisa masuk dalam APBD,” tegasnya.
Mahdi juga meminta para orang tua, guru, dan siswa SDN Budiharja untuk bersabar selama proses pencarian solusi dilakukan.
Baca Juga:Pergerakan Tanah Masih Terjadi, BPBD Tasikmalaya Verifikasi Rencana Relokasi Warga CineamMakanan Sehat Tak Harus Mahal, Ini Cara Atur Gizi Keluarga di Tengah Tekanan Ekonomi
“Kami tidak melupakan persoalan ini. Kami akan bekerja keras bersama pemerintah daerah untuk mencari jalan keluar agar anak-anak bisa berangkat sekolah dengan lebih aman,” katanya.
Sebelumnya, kondisi sejumlah pelajar di Desa Budiharja menjadi sorotan setelah video mereka menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit bambu beredar di media sosial.
Genangan waduk membuat akses langsung antara permukiman warga dan sekolah terputus. Akibatnya, pelajar dari Kampung Sadang harus menggunakan rakit untuk menuju SDN Budiharja yang berada di kawasan Kampung Gombong.
