Dari Laut hingga Dewi Parwati, Lima Cerita Indonesia di Best Five DBL Dance West Java-East

Dari Laut hingga Dewi Parwati, Lima Cerita Indonesia di Best Five DBL Dance West Java-East
Dari Laut hingga Dewi Parwati, Lima Cerita Indonesia di Best Five DBL Dance West Java-East
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bandung Arena tidak hanya riuh oleh sorak penonton dan persaingan di lapangan basket. Di panggung AQUA DBL Dance 2026 West Java-East, para dancer juga punya cara sendiri untuk mencuri perhatian.

Mengusung tema “100% Indonesia”, setiap tim menerjemahkan Indonesia melalui cerita yang berbeda. Ada yang berbicara tentang kekayaan laut, kebebasan menemukan jati diri, simbol persatuan, perjalanan musik dangdut, hingga sosok Dewi Parwati.

Kreativitas tersebut tidak berhenti pada koreografi. Properti, ekspresi, kostum, dan alur cerita ikut menjadi bagian penting dari pertunjukan. Dari seluruh tim yang tampil, lima di antaranya terpilih sebagai Best Five AQUA DBL Dance 2026 West Java-East.

SMA 1 BPK Penabur Bandung: Menghidupkan Cerita dari Laut Indonesia

Nuansa kepulauan samudra hadir lewat penampilan SMA 1 BPK Penabur Bandung

Baca Juga:Tak Tergoyahkan Sejak 2021, Penabur Cirebon Kembali Juara DBL West Java-EastKalah Setahun Lalu, Trimulia Balas Niners dan Raih Gelar Perdana DBL West Java-East

Melalui tema tersebut, mereka mengajak penonton melihat Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang begitu luas. Bagi mereka, samudra bukan sekadar bentangan air yang memisahkan satu pulau dengan pulau lainnya.

Laut juga menjadi sumber kekayaan alam sekaligus bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia. Pesan itu diterjemahkan lewat gerakan yang kuat dan penuh penjiwaan. Setiap koreografi membawa semangat untuk mengenalkan kembali kekayaan bahari Indonesia kepada generasi muda.

Di balik pertunjukan tersebut, terselip ajakan untuk tidak hanya menikmati keindahan laut, tetapi juga ikut menjaga dan melestarikannya.

SMAN 2 Bandung: Saat Manekin Berani Menjadi Dirinya Sendiri

Nuansa manekin yang bernyawa hadir lewat penampilan SMAN 2 Bandung

Lewat konsep “Warna Swarna: Mahakarya Yang Bernyawa”, pertunjukan mereka bermula dari sosok manekin yang kaku dan seolah tidak memiliki kehidupan.

Namun, keadaan itu tidak berlangsung lama. Sosok manekin mulai mendobrak batasan yang membelenggunya. Gerakannya semakin bebas, energinya semakin kuat, hingga akhirnya mampu mengekspresikan dirinya sendiri.

Transformasi tersebut menjadi inti pesan yang dibawa SMAN 2 Bandung. Kebebasan tidak hanya berarti terbebas dari batasan, tetapi juga keberanian untuk mengenali, merayakan, dan menerima diri sendiri.

SMA Santa Angela Bandung: Garuda sebagai Simbol Persatuan

Nuansa Garuda Pancasila hadir lewat penampilan SMA Santa Angela Bandung.

0 Komentar