Mengenal Indriyani Rachman, Ph.D.: Merajut Pengetahuan Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana

Mengenal Indriyani Rachman, Ph.D.: Merajut Pengetahuan Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana
Mengenal Indriyani Rachman, Ph.D.: Merajut Pengetahuan Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dari persoalan sampah hingga pendidikan kebencanaan, Indriyani Rachman, Ph.D. membawa pengalaman akademiknya di Jepang untuk memperkuat pembelajaran lingkungan di Indonesia.

Melalui kolaborasi dengan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), ia mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi bencana sebelum, saat, dan setelah peristiwa terjadi.

Menghubungkan Jepang dan IndonesiaIndriyani Rachman, Ph.D. merupakan dosen Universitas Pakuan yang saat ini menjadi peneliti di Matsumoto Lab, Faculty of Environmental Engineering, Environmental System, The University of Kitakyushu, Jepang.

Baca Juga:Titik Sadrah Jadi Konser Terakhir for Revenge? Boniex dan Chimot Buka SuaraAkses Sekolah Terhambat Waduk, DPRD KBB Dorong Penyeberangan Aman

Kiprahnya berada pada persimpangan antara ilmu lingkungan, pendidikan, pengelolaan sampah, pembangunan berkelanjutan, dan pengurangan risiko bencana.

Melalui program Diaspora Berdampak, Indriyani berkolaborasi dengan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Program tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman riset diaspora Indonesia di luar negeri dengan kebutuhan pendidikan di dalam negeri.

Kolaborasi ini tidak berhenti pada pertukaran gagasan. Pengalaman akademik dan riset yang diperoleh Indriyani di Kitakyushu diterjemahkan ke dalam pengembangan pengetahuan, media pembelajaran, serta peningkatan kapasitas guru yang relevan dengan kondisi Indonesia.

Sampah Bukan Sekadar Persoalan LingkunganSalah satu bidang yang mendapat perhatian Indriyani adalah pengelolaan sampah. Penelitiannya mencakup pengelolaan sampah perkotaan, bank sampah, pendidikan lingkungan, hingga keterlibatan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Baginya, sampah bukan semata-mata persoalan teknis yang dapat diselesaikan dengan menambah tempat pembuangan atau armada pengangkut. Di balik persoalan sampah terdapat aspek perilaku, kesadaran, kebiasaan, kebijakan, dan partisipasi masyarakat.

Karena itu, pendidikan lingkungan menjadi bagian penting dari solusi.

Kesadaran tersebut perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Anak-anak dapat dikenalkan pada asal sampah, cara memilah, dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan, serta kebiasaan mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

Pembelajaran semacam ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.

Baca Juga:Sunset di Kebun Hadirkan Konser Musik Sekaligus Jadi Ruang Edukasi Lingkungan Anak YKI Kota Bogor Siapkan Rumah Sahabat Kanker Gratis di Kayumanis, 1.951 Pasien Jadi Sasaran 

Sejumlah karya ilmiah yang melibatkan Indriyani juga membahas partisipasi masyarakat dalam pengelolaan bank sampah, strategi pengelolaan sampah perkotaan, pendidikan sampah makanan, serta literasi keberlanjutan.

0 Komentar