Mengenal Indriyani Rachman, Ph.D.: Merajut Pengetahuan Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana

Mengenal Indriyani Rachman, Ph.D.: Merajut Pengetahuan Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana
Mengenal Indriyani Rachman, Ph.D.: Merajut Pengetahuan Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana
0 Komentar

Pendidikan kebencanaan tidak boleh hanya diberikan setelah bencana terjadi. Masyarakat dan sekolah perlu mempersiapkan diri sebelum bencana, mengetahui tindakan yang tepat ketika bencana berlangsung, serta memahami langkah pemulihan setelah bencana.

Sebelum bencana, siswa dapat belajar mengenali risiko di lingkungan sekitar melalui kegiatan seperti membuat peta bahaya, menyiapkan tas darurat, mengenali titik kumpul, mengikuti simulasi evakuasi, dan menyusun rencana komunikasi keluarga.

Saat bencana terjadi, mereka perlu mengetahui cara melindungi diri, mengikuti arahan, membantu secara aman, serta menghindari tindakan yang justru dapat meningkatkan risiko.

Baca Juga:Titik Sadrah Jadi Konser Terakhir for Revenge? Boniex dan Chimot Buka SuaraAkses Sekolah Terhambat Waduk, DPRD KBB Dorong Penyeberangan Aman

Pengetahuan seperti ini akan lebih mudah melekat apabila dilatih secara berulang melalui permainan, cerita, praktik, dan simulasi yang sesuai dengan usia anak.

Sementara itu, setelah bencana, pendidikan dapat diarahkan pada proses pemulihan lingkungan, kepedulian terhadap kelompok rentan, pengelolaan sampah pascabencana, hingga upaya membangun kembali kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, pendidikan kebencanaan tidak lagi dipahami sebagai materi tambahan yang baru dibicarakan ketika bencana datang. Pendidikan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus pembentukan budaya keselamatan.

Dalam penelitian di Mataram dan wilayah Lombok, praktik pendidikan bencana di Jepang diadaptasi melalui lima kegiatan utama, yakni menjelajahi lingkungan dan membuat peta bencana, menyiapkan tas darurat, membuat piring dari daun, membuat kamishibai kebencanaan, serta melakukan latihan evakuasi.

Program tersebut dipraktikkan di tiga sekolah dasar negeri yang dipilih oleh Dinas Pendidikan Kota Mataram.

Jejak Kolaborasi dan PengabdianKiprah Indriyani tidak hanya berlangsung di ruang penelitian dan publikasi ilmiah. Ia juga aktif sebagai narasumber, pendamping akademik, dan penggerak kolaborasi dalam bidang pendidikan lingkungan dan kebencanaan.

Pada Agustus 2022, misalnya, ia menjadi salah satu narasumber dalam lokakarya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan lingkungan hidup dan kebencanaan yang melibatkan The University of Kitakyushu, Universitas Negeri Malang, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Baca Juga:Sunset di Kebun Hadirkan Konser Musik Sekaligus Jadi Ruang Edukasi Lingkungan Anak YKI Kota Bogor Siapkan Rumah Sahabat Kanker Gratis di Kayumanis, 1.951 Pasien Jadi Sasaran 

Lokakarya tersebut mengangkat tema Sustainable Development Goals dalam kaitannya dengan pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana. Peserta memperoleh wawasan mengenai pendidikan lingkungan, pembangunan berkelanjutan, serta praktik mitigasi bencana di Jepang.

0 Komentar