JABAR EKSPRES – Sampah di Bandung Raya terancam kembali meledak. Itu buntut Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti yang nyaris penuh.
Untuk itu, Pemprov bakal menerjunkan 25 ribu mahasiswa untuk edukasi ke masyarakat. Tujuannya menekan produksi sampah di tingkat rumah tangga.
Hal itu diungkapkan Sekda Jabar Herman Suryatman Jumat (25/9). “Kalau biasa-biasa saja (upaya penanganan.red), Desember itu (TPPAS Sarimukti. Red) akan penuh,” ungkapnya.
Baca Juga:Sampah Plastik Bernilai Ekonomis Masih Dibuang ke Sungai, Kesadaran Warga Jadi SorotanSampah Menumpuk hingga 2 Ton di Sungai Citepus, DSDABM dan Gober Turun Bersihkan
Herman melanjutkan, untuk mencegah hal itu terjadi maka pihaknya tengah mengatur siasat. Di antaranya adalah strategi compacting atau press.
Sampah yang kini menggunung di Sarimukti akan di-press guna meningkatkan volume penampungan. Siasat berikutnya adalah dengan menekan produksi sampah khususnya rumah tangga.
Untuk kepentingan itu, Pemprov menggandeng kampus kampus yang ada di Jawa Barat. Setidaknya 25 ribu mahasiswa akan diterjunkan ke wilayah Bandung Raya.
“Mereka diperankan untuk bahu-membahu dengan 50 camat dan ratusan kepala desa/lurah untuk melakukan edukasi penanganan sampah di tingkat rumah tangga,” jelasnya.
Nantinya para mahasiswa itu bersama perangkat desa akan door to door ke rumah-rumah se-Bandung Raya. Mengedukasi warga untuk pilah dan olah sampah.
Herman melanjutkan, penerjunan itu juga ada kompensasi bagi mahasiswa yang terlibat. Yaitu kegiatan tersebut dikonversi 10 SKS.
“Harapannya, melalui edukasi mahasiswa di hulu ini bisa mengurangi 20 persen sampah, terutama sampah makanan,” tutupnya. (son)
