JABAR EKSPRES – Bagi banyak orang Indonesia, nama Pak Raden adalah bagian dari masa kecil. Kumis tebal, peci hitam dan suara khasnya dalam Si Unyil masih lekat dalam ingatan.
Kini, sosok di balik karakter tersebut kembali dihidupkan di Kota Bandung melalui Museum Mini Suyadi yang digelar di Hotel Butik Sawunggaling, Tamansari. Pameran berlangsung hingga 30 Agustus 2026.
Memasuki Rabu (26/8/2026), pengunjung dapat melihat langsung berbagai karya Suyadi, mulai dari sketsa, ilustrasi, lukisan, arsip hingga boneka asli karakter Si Unyil.
Baca Juga:Tiga Ruas Jalan Rampung, Bupati Cecep: Mudah-mudahan Tak Ada Lagi Mobil TerperosokKapolres Tasikmalaya Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah dalam Melayani Masyarakat
Yang menarik, pameran ini digelar di Sawunggaling, tempat yang memiliki jejak sejarah dalam kehidupan Suyadi ketika menjadi mahasiswa Seni Rupa ITB.
Dosen FSRD ITB, Dr. Riama Maslan Sihombing, mengatakan pemilihan lokasi tersebut berkaitan dengan cerita masa muda Suyadi yang kerap mendalang di kawasan itu.
“Pada hari Minggu Pak Suyadi suka mendalang. Suaranya bagus dan besar sekali sehingga menarik perhatian orang-orang yang lewat,” ujar Riama.
Menurutnya, pameran ini sengaja dibuat bukan sekadar ruang untuk bernostalgia.
“Kami berharap orang tidak hanya membaca. Ketika memasuki pameran ini, mereka bisa mendapatkan experience yang berbeda,” katanya.
Salah satu daya tariknya adalah boneka asli karakter Si Unyil, termasuk Pak Raden dan sejumlah tokoh lainnya. Koleksi tersebut menjadi pengingat bahwa sebelum hadir sebagai kenangan di layar televisi, karakter-karakter itu merupakan bagian dari perjalanan panjang seorang seniman.
Bagi ITB, Suyadi bukan hanya pencipta karakter Pak Raden. Ia adalah ilustrator, animator, pendongeng, dalang sekaligus pendidik.
Wakil Dekan Bidang Akademik FSRD ITB, Banung Grahita, mengatakan kiprah Suyadi menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan animasi Indonesia.
Baca Juga:Bupati Tasikmalaya Apresiasi Dua Pelajar Peraih Medali O2SN Nasional 2026, Buah Perjuangan dari Tingkat DaerahLeuwikeris Jadi Etalase Wisata dan UMKM Tasikmalaya di Jambore Nasional Overlanding Indonesia 2026
“Kalau ditarik ke belakang, salah satu orang yang memang mengawali ini semuanya adalah Pak Raden atau Pak Suyadi,” ujar Banung.
Ia menilai kekuatan Suyadi tidak hanya pada kemampuan menggambar, tetapi juga dalam membangun cerita.
“Selain pintar menggambar dan membuat ilustrasi yang baik, kekuatan beliau juga ada pada berceritanya,” katanya.
Warisan itulah yang kini coba diperkenalkan kembali kepada generasi muda.
