JABAR EKSPRES – Bandung Arena menjadi saksi lahirnya dua juara baru AZA 3X3 Competition 2026 West Java-East, Rabu (23/9). Tim putri SMA BPK Penabur Holis dan tim putra SMA Trinitas Bandung berhasil mengamankan gelar setelah melewati laga final yang berlangsung sengit.
Pada sektor putri, Penabur Holis harus bekerja keras untuk menaklukkan SMAN 9 Bandung. Sempat tertinggal lebih dulu, mereka mampu membalikkan keadaan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 9-4.
Kemenangan tersebut terasa semakin spesial bagi skuad Penabur Holis. Pasalnya, mereka pernah merasakan pahitnya kehilangan gelar pada edisi sebelumnya setelah hanya mampu menjadi runner-up.
Baca Juga:Rasyid Aaqil Tutup Musim Terakhir dengan Bawa Dua Empat ke Big Eight Honda DBL with Kopi Good Day 2026Rainer Evan Widjaja Bangkit dari Cedera, Jadi Andalan Baru Trimulia di Honda DBL with Kopi Good Day 2026
“Tahun lalu kita juga main dan sampai final. Waktu itu sih jadi runner up. Tahun ini senang banget pastinya bisa,” ujar Clairine Vania Christine Tansil, salah satu pemain Penabur Holis.
Tak hanya membawa pulang trofi juara, Clairine juga mendapatkan penghargaan sebagai MVP AZA 3X3 Competition 2026 West Java-East.
Bagi Clairine, keberhasilan di AZA 3X3 bukan sekadar tentang menambah prestasi basket untuk sekolah. Turnamen ini menjadi kesempatan baginya untuk merasakan atmosfer kompetisi DBL yang selama ini ia impikan.
Sejak masuk SMA, Clairine sebenarnya sudah memiliki keinginan untuk tampil di pertandingan 5on5 DBL. Namun, kesempatan pertamanya justru datang melalui AZA 3X3.
“Dari aku masuk SMA, aku pengin banget buat main 5on5 DBL. Tapi, kesempatannya baru di kompetisi 3X3-nya. Semoga tahun bisa aku bisa main di 5on5 ya, Kak,” ungkapnya.
Mimpi tersebut berawal ketika Clairine masih kecil. Saat itu, ia sempat melihat dua kakak kelasnya bermain di DBL West Java-East. Keduanya adalah Enrico Christian David Tansil dan Paschal Christofer Daniel Tansil.
“Kakak aku tahun 2018 itu juara bareng Penabur Holis, Kak. Dari situ aku ingin ngerasain buat main juga,” ceritanya.
Baca Juga:E50 Disiapkan, Menteri Bahlil Sebut Tidak Perlu Impor BensinWajib Halal Oktober 2026, UMKM Didorong Bersiap agar Produk Makin Mudah Masuk Pasar
Kini, Clairine sudah memiliki satu pengalaman juara di AZA 3X3. Ia masih punya satu tahun lagi untuk mengejar mimpi yang lebih besar: tampil di panggung 5on5 DBL.
“Aku bersyukur bisa jadi juara di 3X3 DBL ini. Aku masih punya satu tahun lagi buat mewujudkan mimpi main di 5on5,” terangnya.
