Museum Mini Suyadi tidak hanya menawarkan nostalgia bagi mereka yang tumbuh bersama Si Unyil, tetapi juga membuka kesempatan bagi generasi yang lebih muda untuk mengenal sosok Suyadi secara utuh.
Dari seorang anak yang gemar menggambar, mahasiswa Seni Rupa ITB, pelajar animasi di Prancis hingga menjadi pendidik dan seniman yang karyanya bertahan lintas generasi.
Di tengah derasnya konten digital hari ini, kisah Suyadi seolah mengingatkan bahwa sebuah karakter yang sederhana dapat memiliki cerita panjang, jika lahir dari kreativitas, ketekunan dan kemampuan bercerita. Dan di Museum Mini Suyadi, cerita itu kembali menemukan panggungnya. (Dam)
