JABAR EKSPRES – PLTS Saguling menjadi salah satu proyek yang diandalkan dalam mengejar target energi surya nasional 100 GWp.
Hingga kini, pembangunan pembangkit berkapasitas 60 MW tersebut telah mencapai progres 47 persen.
Proyek tersebut menjadi bagian dari Program Nasional PLTS 100 GWp yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara virtual, Selasa (25/8/2026). Peresmian dan groundbreaking dipusatkan di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
Baca Juga:Tiga Ruas Jalan Rampung, Bupati Cecep: Mudah-mudahan Tak Ada Lagi Mobil TerperosokKapolres Tasikmalaya Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah dalam Melayani Masyarakat
Sementara itu, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama PT Indo ACWA Tenaga (IAT) Saguling mengikuti kegiatan tersebut dari kawasan Waduk Saguling.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, progres pembangunan PLTS Saguling terus menunjukkan perkembangan setelah sebelumnya mengalami keterlambatan sekitar satu tahun.
“Alhamdulillah, progres pembangunan PLTS Saguling sudah mencapai 47 persen. Insyaallah akhir April 2027 sudah selesai, bisa dimanfaatkan, dan mulai COD (Commercial Operation Date),” kata Erwan di Saguling.
Ia berharap pembangunan PLTS Saguling dapat diselesaikan sesuai target sehingga tidak kembali mengalami keterlambatan.
“Saya berharap ini tidak molor lagi, karena proyek ini sebelumnya sudah molor sekitar satu tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan PT Indo ACWA Tenaga, Yeni Nurita, mengatakan PLTS Saguling merupakan salah satu dari 14 proyek yang menjadi bagian dari program pengembangan PLTS nasional.
“PLTS Saguling turut menyumbang dalam target pemerintah untuk menghasilkan 100 Gigawatt peak (GWp) dari 14 proyek PLTS di Indonesia,” kata Yeni.
Baca Juga:Bupati Tasikmalaya Apresiasi Dua Pelajar Peraih Medali O2SN Nasional 2026, Buah Perjuangan dari Tingkat DaerahLeuwikeris Jadi Etalase Wisata dan UMKM Tasikmalaya di Jambore Nasional Overlanding Indonesia 2026
Menurutnya, PLTS Saguling memiliki kapasitas pembangkit 60 MW dengan kapasitas puncak mencapai 92 MW. Proyek tersebut merupakan kerja sama PT Indo ACWA Tenaga dengan PLN Indonesia Power.
“Komposisi kepemilikannya terdiri dari PLN Indonesia Power sebesar 51 persen dan ACWA Power sebesar 49 persen,” ujarnya.
Dari sisi teknologi, PLTS Saguling menggunakan metode pemasangan panel surya di atas permukaan Waduk Saguling. Konstruksi pembangkit menggunakan sistem anchor yang ditanam pada dasar waduk.
“Memang kami menggunakan teknologi terbaru. Namun, di tempat lain bisa saja menggunakan teknologi yang berbeda,” katanya.
Yeni menambahkan, nilai investasi proyek PLTS Saguling yang telah dipublikasikan mencapai sekitar 80 juta dolar AS dan melibatkan investasi asing.
