23 Kampus Adu Taktik, Format Anyar BWF dan 3v3 Campus League Badminton Regional Bandung Sukses Sedot Perhatian

Campus League Badminton Regional Bandung diselenggarakan di GOR Bandung, Jawa Barat.
Campus League Badminton Regional Bandung
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Campus League Badminton Regional Bandung diselenggarakan di GOR Bandung, Jawa Barat, mulai Selasa (15/9) sampai Jumat (18/9).

Turnamen bergengsi ini melibatkan student-athlete dari 23 kampus di Bandung, Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, hingga Cimahi. Mereka adu kemampuan dan strategi di arena.

Pada kategori individu, Campus League Badminton Regional Bandung menyajikan enam nomor pertandingan, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, ganda campuran, dan 3v3.

Baca Juga:Didukung Bold Riders, The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026 – Wingday Dimeriahkan Ratusan BikersMembawa Kehangatan Korean Home-Style Dining, 88 SEOUL Resmi Buka Gerai Pertama di Bandung

Head of Competition Campus League, Dave Leopold, bangga sekaligus bersyukur karena Campus League Badminton Regional Bandung disambut hangat masyarakat Kota Kembang dan sekitarnya.

Ada banyak sorotan dalam turnamen kali ini. Salah satunya nomor 3v3 yang diadaptasi dari format latihan para atlet profesional. Tujuannya, mendorong para student-athlete yang belum percaya diri atas kemampuan mereka namun ingin bertanding. Kategori 3v3 bisa mewadahi semangat mereka.

“Jadi secara jam terbang dan kerja sama tim, 3 versus 3 tak kalah seru. Ke depan Campus League bakal tetap ada nomor ini atau enggak? Pasti ada. Selama 30 tahun ke depan, format kompetisi badminton Campus League akan seperti ini (tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, ganda campuran, 3v3),” Dave menjelaskan.

Pada musim perdana ini, Campus League juga mengadopsi sistem skor terbaru yang diperkenalkan Badminton World Federation (BWF). Untuk kategori perseorangan, pertandingan dimainkan dengan format best of three games hingga 15 poin (15×3).

Sementara kategori beregu menggunakan format skor kumulatif 55 poin sesuai regulasi terbaru BWF. Dave melanjutkan, Campus League telah mendapat persetujuan dari pihak PBSI untuk menggunakan poin 15 sebagai ajang sosialisasi.

“Secara pertandingan lebih cepat, seru, dan menarik. Kami telah bertanya ke sejumlah student-athlete. Mereka mengaku lebih suka poin 15 sebagai pemanasan untuk menjadi atlet profesional,” imbuhnya.

Mencermati pertandingan di partai 3v3, tim STKIP Pasundan Cimahi yang dimotori Agnia Sri Rahayu, Rangga Arda Rheta, dan Deandra Ikhsan Gunawan meladeni Alya Zafira, Muhammad Irsya Mubarok, serta Ardha Tanu Widarma (Universitas Gunadarma).

Baca Juga:Alfamart dan Morinaga Chil*Go! Gelar Layanan Posyandu Gratis di Cimahi5 Fungsi Flow Meter dalam Sistem Kontrol Proses Industri

Trio Agnia-Rangga-Deandra menyudahi perlawanan tim Gunadarma dengan skor 15-10, 15-5. Terang-terangan Rangga membeberkan, tantangan terbesar di 3v3 adalah komunikasi. Beda kepala, beda pemikiran. Karenanya, harus ada salah satu personel yang siap memimpin tim saat pertandingan bergulir.

0 Komentar