Merawat dalam Keikhlasan, Menjaga Ketenangan Makam Keluarga Samhudi di Nagreg

Merawat dalam Keikhlasan, Menjaga Ketenangan Makam Keluarga Samhudi di Nagreg. Foto Istimewa
Merawat dalam Keikhlasan, Menjaga Ketenangan Makam Keluarga Samhudi di Nagreg. Foto Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Merawat makam keluarga bagi keluarga Samhudi bukan sekadar menjaga sebuah tempat pemakaman. Di lokasi yang berada di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, itu tersimpan sejarah keluarga yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Tanah tersebut disebut merupakan wakaf dari almarhum Haji Muhammad Samhudi yang meninggal pada 1971. Sementara pengurusan surat wakaf secara administratif dilakukan keluarga pada 1993.

Ketua Yayasan Samhudi, Hilvan Samhudi (50) mengatakan, selama puluhan tahun tidak pernah muncul persoalan terkait keberadaan makam tersebut. Keluarga menjalankan perawatan dan menjaga lokasi sesuai dengan peruntukannya sebagai makam keluarga.

Baca Juga:Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 TriliunBangka Sepeda Perluas Usaha, Buka Store Kedua di Kota Bandung

“Sebenernya sejak masa kepengurusan sampai beberapa waktu lalu itu gak pernah ada masalah. Baik pihak desa dan masyarakat sudah tahu bahwa itu makam keluarga kami,” kata Hilvan, Kamis (17/9/2026).

Namun belakangan, muncul pihak lain yang mengklaim memiliki hubungan keluarga dengan makam yang berada di lokasi tersebut.

Kondisi itu membuat keluarga bertanya-tanya mengenai munculnya persoalan tersebut, terlebih setelah pembangunan Tol Getaci mulai ramai dibicarakan.

Meski demikian, Hilvan menegaskan keluarga tidak menyimpulkan adanya kaitan antara persoalan makam tersebut dengan proyek Tol Getaci.

Pertanyaan itu muncul karena waktunya berdekatan dengan mulai ramainya informasi mengenai pembangunan jalan tol tersebut.

“Sejak mulai ramai berita pembangunan Tol Getaci, tiba-tiba muncul hal-hal aneh. Ada pihak yang tiba-tiba mengklaim bahwa leluhur mereka dimakamkan di situ,” katanya.

Untuk memastikan status lahannya, keluarga kemudian berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), terutama karena khawatir lokasi makam masuk dalam trase pembangunan Tol Getaci.

Baca Juga:MOD Arcade Bandung Buka 24 Jam dengan Fasilitas Gaming hingga RestoTower 30 Meter Roboh Saat Dibongkar, Satu Pekerja Tewas dan Satu Luka Parah

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, lahan makam tersebut tidak terdampak trase tol.

“Dari BPN ditegaskan, tanah makam aman. Dari situ kami makin bingung, kenapa lahan ini jadi diperebutkan padahal secara komersial lahan makam tidak ada nilainya,” ujarnya.

Persoalan kemudian berkembang hingga terjadi dugaan perusakan sejumlah fasilitas di lokasi makam. Hilvan menyebut pintu gerbang dan gembok makam sempat dirusak.

Keluarga juga memasang CCTV untuk memantau keamanan lokasi. Namun kamera tersebut kembali mengalami kerusakan.

0 Komentar