Semangat di Balik Layanan Perpustakaan  Cimahi dalam Menghadirkan Literasi untuk Semua

Salah Seorang Staf Pelayanan Perpustakaan Cimahi saat Memberikan Edukasi kepada Para Siswa-siswi (Mong)
Salah Seorang Staf Pelayanan Perpustakaan Cimahi saat Memberikan Edukasi kepada Para Siswa-siswi (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Perpustakaan kerap identik dengan suasana hening, rak-rak buku, dan aktivitas membaca. Namun, kesan itu coba diubah oleh Perpustakaan Kota Cimahi melalui berbagai kegiatan yang dikemas lebih interaktif dan menyenangkan.

Upaya tersebut dilakukan untuk mendekatkan literasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Tidak hanya membaca buku, pengunjung juga diajak mengikuti ice breaking, permainan edukatif, kegiatan motorik, mendongeng, hingga menonton film di bioskop mini.

Melalui konsep tersebut, Perpustakaan Kota Cimahi berusaha mengubah pandangan bahwa perpustakaan hanya tempat membaca. Sebaliknya, perpustakaan menjadi ruang belajar yang ramah anak sekaligus menjadi tempat untuk menumbuhkan minat baca anak sejak usia dini.

Baca Juga:Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 TriliunBangka Sepeda Perluas Usaha, Buka Store Kedua di Kota Bandung

Perpustakaan Kota Cimahi melayani masyarakat pada Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 sampai 15.00 WIB. Sementara pada Sabtu, layanan dibuka mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Untuk mendukung pelayanan literasi tersebut, bidang perpustakaan memiliki 13 orang staf. Ketika ada kunjungan rombongan sekolah, jumlah petugas yang diterjunkan disesuaikan dengan jumlah peserta agar layanan Perpustakaan Kota Cimahi tetap berjalan dengan baik.

Untuk rombongan sekitar 50 orang, biasanya lima staf ditugaskan untuk memberikan pelayanan. Sementara apabila jumlah peserta lebih dari 50 orang, hingga delapan staf dapat dikerahkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

MENUMBUHKAN KEINGINAN BERKUNJUNG

Di tengah kuatnya penggunaan gadget dan perkembangan era digital, tantangan utama dalam meningkatkan minat baca anak bukan semata-mata membuat anak membaca buku.

Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukitosari, menjelaskan langkah awal yang perlu dibangun adalah rasa ingin berkunjung ke perpustakaan.

Ia mengatakan berbagai kegiatan tersebut juga terus dikenalkan melalui media sosial, termasuk Instagram dan TikTok. Cara tersebut dilakukan agar perpustakaan dikenal sebagai tempat yang menarik dan menyenangkan.

“Yang sekarang sedang diupayain untuk ditingkatkan adalah rasa ingin berkunjung ke perpustakaannya dulu. Seperti bagaimana caranya perpustakaan kita menarik dengan kegiatan-kegiatan yang udah dijelasin,” jelasnya aaat diwawancarai Jabar Ekspres di kantornya, Kamis (17/9/2026).

0 Komentar