GPM Permudah Akses Warga Bandung terhadap Bahan Pokok Murah dan Berkualitas

Warga membawa beras SPHP yang telah dibeli saat Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota
Warga membawa beras SPHP yang telah dibeli saat Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Kamis (17/9/2026). Pemerintah Kota Bandung menargetkan pelaksanaan GPM sebanyak 34 kali sepanjang tahun 2026 untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya memudahkan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau. Salah satunya melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Kecamatan Cibeunying Kidul, Kamis (17/9). Sejak pagi, masyarakat antusias mendatangi lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok.

Sejumlah bahan pokok dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Beras SPHP Bulog kemasan 5 kilogram, misalnya, dijual Rp60 ribu, sedangkan Minyak Kita dibanderol Rp15.500 per liter. Kedua komoditas tersebut menjadi salah satu bahan pokok yang banyak diburu masyarakat.

Baca Juga:Bakar Sampah Berujung Petaka, Lahan di Lingkar Gentong Tasikmalaya TerbakarJaga Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Perketat Perlindungan Lahan Sawah di Jateng

Selain itu, tersedia bawang merah seharga Rp26 ribu per kilogram, bawang putih Rp30 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp60 ribu per kilogram, serta telur Rp23 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan GPM ke-27 dari target 34 kali penyelenggaraan sepanjang tahun ini.

“Ini sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” katanya.

Gin Gin melanjutkan, GPM akan digelar ketika kondisi ekonomi membutuhkan pengendalian, terutama saat terjadi gejolak harga pangan di pasaran.

Harga sejumlah kebutuhan pokok yang lebih murah dalam kegiatan GPM bukan tanpa sebab. Menurut Gin Gin, harga tersebut merupakan hasil intervensi pemerintah daerah, salah satunya melalui pemberian subsidi.

“Memang relatif lebih murah dari harga pasar karena GPM ini mendapatkan subsidi FDP (Fasilitasi Distribusi Pangan). Jadi ada subsidi terhadap harga pangan, paling tidak untuk biaya pengangkutan,” ujarnya.

Menurut Gin Gin, GPM juga bertujuan memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan pangan. Karena itu, kegiatan tersebut akan digelar di sejumlah kantor kecamatan.

Baca Juga:Dari Gugup Jadi Tambahan Tenaga, Orang Tua Jadi Mood Booster Nabil di DBLDebut Cikal di DBL Jadi Momen Tak Terduga, Satu Keluarga  Besar Hadir di Tribun

“Kemudian juga berkualitas karena didatangkan langsung dari para penyedia, bahkan beberapa dari petani. Jadi, dari sisi kualitas relatif kami bisa jamin,” ungkapnya.

Setidaknya tahun ini target ada 34 kali program GPM. “Dan itu tersebar minimal satu kecamatan itu satu, minimal satu kali. Jadi 1 bulan itu bisa 2 sampai 3 kali penyelenggaraan,” katanya. (son)

0 Komentar