Jabar Ingin Kunci Lagi Predikat IMTI 2026

Masjid Al Jabbar, salah satu ikon wisata muslim di Jawa Barat. (son)
Masjid Al Jabbar, salah satu ikon wisata muslim di Jawa Barat. (son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Provinsi Jawa Barat berkomitmen mempertahankan predikat Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026. Upaya tersebut dilakukan untuk semakin meyakinkan publik bahwa Jawa Barat merupakan salah satu rujukan wisata ramah Muslim.

Pada 2025, Jawa Barat berhasil meraih predikat tersebut. Kini, pada 2026, ajang IMTI kembali digelar oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Iendra Sofyan, menjelaskan bahwa proses penilaian nominasi telah berlangsung. Tim juri gabungan juga telah datang ke Jawa Barat untuk memonitor sejumlah indikator di berbagai titik.

Baca Juga:Hari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan IndonesiaSambut HUT RI di Aspol Tasikmalaya, Polisi dan Warga Adu Seru Lomba Tradisional

Tim tersebut terdiri atas perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, CrescentRating, serta Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) dari Politeknik Pariwisata NHI Bandung. Setidaknya sejumlah ikon wisata dikunjungi dalam rangkaian penilaian yang berlangsung pada 12–14 Agustus.

“Tak hanya di Bandung, tetapi juga ke kota dan kabupaten,” terang Iendra, Sabtu (15/8).

Pada hari pertama, kegiatan berlangsung di Kota Depok, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Karawang. Tim penilai mengunjungi Masjid At-Thohir, Masjid Nurul Wathon, Rumah Makan Bumi Aki, Stasiun Kereta Cepat Whoosh, dan Villaggio Outlet.

Sehari setelahnya, penilaian dilakukan di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Beberapa destinasi yang menjadi tujuan antara lain Grand Tjokro Hotel, Museum Geologi, Jaza Masjid, dan Lembang Park & Zoo.

Pada hari terakhir, kunjungan lapangan dilanjutkan ke outlet Kartikasari dan Bandara Husein Sastranegara. Selama tiga hari, sejumlah aspek menjadi bahan penilaian, antara lain aksesibilitas, pelayanan, serta ketersediaan sarana dan prasarana untuk menunjang kebutuhan ibadah wisatawan Muslim.

Iendra menuturkan, industri wisata ramah Muslim di Jawa Barat memiliki potensi yang cukup besar. Potensi tersebut tidak hanya berkaitan dengan destinasi wisata, tetapi juga berbagai aspek pendukung lainnya.

Menurut Iendra, pasar wisatawan Muslim terus bertambah seiring dengan meningkatnya populasi Muslim dunia. Tahun ini, jumlahnya diperkirakan mencapai 2,22 miliar jiwa atau sekitar 26,8 persen dari populasi global berdasarkan data Global Muslim Travel Index.

Baca Juga:Rachmat Irianto, Wajah Manusiawi Persebaya JuaraPemkab Tasikmalaya Kebut Perbaikan Jalan, Warga Diminta Ikut Menjaga agar Tak Cepat Rusak

Namun, untuk menyukseskan misi tersebut, Iendra menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat lintas sektor.

0 Komentar