Tender Belum Dimulai, Nasib Underpass Gatsu-Baros Cimahi Belum Pasti

Tender Belum Dimulai, Nasib Underpass Gatsu-Baros Cimahi Belum Pasti
Kepala DPUPR Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah saat Menjelaskan soal Pembangunan Underpass Gatsu-Baros Kota Cimahi yang Masih Belum Jelas (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Proyek pembangunan underpass Gatsu-Baros di Kota Cimahi hingga kini belum memasuki tahap pekerjaan fisik. Pemerintah Kota Cimahi masih menunggu kepastian pelaksanaan proyek dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

Padahal, proyek yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan dan mengurangi risiko kecelakaan di kawasan perlintasan sebidang tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026 dengan nilai pembangunan fisik mencapai sekitar Rp150 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, mengatakan seluruh proses pelaksanaan proyek berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk tahapan tender.

Baca Juga:Janji KDM soal Pembangunan Underpass Cimahi Tak JelasBawaslu Cimahi Fokus Cetak Kader Pengawas Pemilu Muda untuk 2029

“Karena proyek fisiknya dilaksanakan oleh pihak provinsi, kami juga masih menunggu kapan pekerjaan fisik ini mulai dilaksanakan,” kata Wilman saat ditemui di Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi, Senin, 18 Mei 2026.

Menurut dia, sejauh ini Pemkot Cimahi tetap melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, keputusan pelaksanaan tetap berada di tangan pihak provinsi sebagai pemilik kewenangan proyek.

Wilman menjelaskan, pembongkaran bangunan di sekitar lokasi underpass yang sudah lebih dulu dilakukan bukan berasal dari tindakan pemerintah daerah. Bangunan tersebut dibongkar langsung oleh pemiliknya karena berdiri di atas lahan milik TNI.

“Pembongkarannya dilakukan oleh pemilik bangunan sendiri. Itu bentuk kesadaran dari mereka karena lahannya memang milik TNI,” ujarnya.

Meski demikian, kondisi kawasan yang sudah dibongkar tetapi proyek belum berjalan menimbulkan kesan semrawut di sebagian wilayah sekitar proyek. Wilman menilai, pihak yang paling terdampak jika proyek ini tidak terlaksana justru masyarakat.

“Yang lebih merugi sebenarnya masyarakat,” kata dia.

Ia menjelaskan, pembangunan underpass Gatsu-Baros dirancang untuk mengurangi potensi kecelakaan akibat perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan raya. Selain itu, proyek tersebut diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi persoalan di Kota Cimahi.

“Kalau underpass ini tidak jadi dibangun, tingkat kemacetan di Kota Cimahi tidak akan berubah signifikan. Tujuan utamanya memang untuk meminimalisasi kecelakaan dan mengurangi kemacetan,” ujar Wilman.

0 Komentar