Underpass Gatsu-Baros Mandek, Warga Cimahi Tetap Hadapi Macet dan Risiko Kecelakaan

Lokasi Pembangunan Underpass di Jalan Gatot Subroto (Gatsu)-Baros Kota Cimahi (Mong)
Lokasi Pembangunan Underpass di Jalan Gatot Subroto (Gatsu)-Baros Kota Cimahi (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketidakjelasan pembangunan underpass Gatsu-Baros di Kota Cimahi mulai memunculkan keresahan masyarakat. Proyek yang digadang menjadi solusi kemacetan dan kecelakaan di perlintasan sebidang itu hingga kini belum memasuki tahap pembangunan fisik, sementara warga masih harus menghadapi kepadatan lalu lintas setiap hari.

Di sisi lain, kawasan proyek yang sudah lebih dulu dibongkar kini dinilai semrawut dan mengganggu lingkungan sekitar.

Pemerintah Kota Cimahi sendiri masih menunggu kepastian pelaksanaan pembangunan dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:Arus Balik Puncak Didominasi Kendaraan ke Jakarta, Jalur Kembali Normal Dua ArahPolisi Gagalkan Tawuran di Parung Panjang Bogor, 14 Pemuda dan 8 Sajam Diamankan

Padahal, proyek strategis tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026 dengan nilai pembangunan fisik mencapai sekitar Rp150 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, mengatakan hingga pertengahan Mei 2026 pihaknya belum menerima arahan lanjutan terkait pelaksanaan proyek underpass tersebut.

“Iya, betul,” kata Wilman saat ditemui di Mal Pelayanan Publik Cimahi, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan jika proyek itu gagal direalisasikan atau terus mengalami keterlambatan.

“Yang lebih merugi sebenarnya masyarakat,” ujarnya.

Wilman menjelaskan, underpass Gatsu-Baros sejak awal dirancang untuk mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan raya yang selama ini cukup rawan.

Selain itu, proyek tersebut juga diproyeksikan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan kronis di kawasan Gatot Subroto-Baros yang menjadi salah satu titik padat kendaraan di Kota Cimahi.

“Kalau underpass ini tidak jadi dibangun, tingkat kemacetan di Kota Cimahi tidak akan berubah signifikan. Tujuan utamanya memang untuk meminimalisasi kecelakaan dan mengurangi kemacetan,” kata Wilman.

Baca Juga:Libur Panjang Bawa Berkah, Bisnis Toilet di Jalur Puncak Bogor Raup Omzet hingga Rp1,5 Juta SehariSekolah Rakyat di Tasikmalaya Ditarget Groundbreaking Agustus

Rencananya, jalur underpass akan membentang dari kawasan sekitar Kafe Bagi Kopi di depan Pusdikpomlek hingga tembus ke depan Taman Kartini, tepatnya di sekitar Pussen Arhanud.

“Dari mulai Kafe Bagi Kopi yang di depan Pusdikpomlek, dari situ nanti keluar-keluar di Pussen Arhanud, depan Taman Kartini,” jelasnya.

Pembangunan proyek itu nantinya juga akan berdampak pada sejumlah bangunan dan lahan di sekitar trase pembangunan. Pemerintah menyebut akan melakukan penyesuaian terhadap area-area yang terdampak.

0 Komentar