Demi Tanamkan Nasionalisme, Warga Kota Bogor ‘Paksa’ Anak Ikut Kirab Merah Putih 

Warga Ciluwer, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, yang sengaja mengajak ketiga anaknya mengikuti Kirab Merah P
Warga Ciluwer, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, yang sengaja mengajak ketiga anaknya mengikuti Kirab Merah Putih di Kota Bogor, Minggu (9/8/2026). Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kirab Merah Putih di Kota Bogor tak hanya menjadi tontonan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan sejumlah orang tua sebagai sarana mengenalkan sejarah dan nilai-nilai kebangsaan kepada anak.

Salah satunya dilakukan Rozi (48), warga Ciluwer, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, yang sengaja mengajak ketiga anaknya mengikuti Kirab Merah Putih, Minggu (9/8/2026).

Rozi mengaku, ketiga anaknya yang berusia rentang 10 hingga 18 tahun itu tidak semuanya langsung bersedia ketika diajak mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan, ada yang harus sedikit ‘dipaksa’ agar mau ikut.

Baca Juga:Rachmat Irianto, Wajah Manusiawi Persebaya JuaraPemkab Tasikmalaya Kebut Perbaikan Jalan, Warga Diminta Ikut Menjaga agar Tak Cepat Rusak

Ia menyebut, alasan dirinya tetap mengajak anak-anak mengikuti kirab karena kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman langsung bagi mereka untuk melihat bagaimana semangat kemerdekaan yang diperjuangkan para pendahulu tetap dirawat dan diperingati bersama masyarakat hingga saat ini.

“Ada yang bersedia, ada yang memang agak dipaksa. Karena tujuannya kan baik, positif. Jadi di sini kita sebagai orang tua harus memperkenalkan kepada mereka tentang sejarah, bagaimana juga memaknai kemerdekaan Indonesia yang dulu diperjuangkan oleh banyak masyarakat dan pahlawan,” ujar Rozi saat mengikuti Kirab Merah Putih di Kota Bogor, Minggu (9/8/2026).

Menurut Rozi, semangat kebersamaan dan gotong royong yang terlihat selama kirab menjadi hal positif yang dapat dikenalkan kepada anak-anaknya. Terlebih, berbagai kalangan ikut ambil bagian dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan.

Hal tersebut dinilai penting dikenalkan kepada anak sejak dini agar mereka tidak hanya mengetahui sejarah kemerdekaan, tetapi juga memahami bagaimana semangat tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan bersama.

Ia menilai, pembelajaran sejarah tidak harus selalu dilakukan melalui buku atau di ruang kelas secara formal.

Melalui kirab, anak-anak dapat melihat langsung berbagai kalangan berpartisipasi dalam satu kegiatan untuk memperingati kemerdekaan Indonesia.

“Karena zaman sekarang untuk anak-anak, pembelajaran sejarah itu beda dengan zaman dulu. Sehingga anak-anak jadi tahu apa sih arti makna dari kemerdekaan itu sendiri. Makanya perlu diadakan kirab semacam ini,” kata Rozi.

Baca Juga:193 Warga Tasikmalaya Terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Anggaran Capai Rp3,86 MiliarKorban Kebakaran Sodonghilir Mulai Terima Bantuan Darurat, Delapan Rumah Rusak Berat

Meski awalnya sempat enggan, Rozi menyebut anak-anaknya akhirnya bersedia mengikuti kirab terlebih setelah mengetahui akan ada berbagai atraksi, seperti marching band dan Paskibraka.

0 Komentar