SERANG — Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta ( UNJ ) menggelar aksi pengabdian masyarakat di Desa Susukan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, sejak tanggal 30 Juli hingga 1 Agustus 2026.
Dosen pendamping UNJ Uryadi mengatakan, langkah ini diambil lantaran wilayah Desa Susukan menyimpan potensi ekonomi kreatif dan kekayaan kebudayaan yang sangat signifikan, namun belum tergarap secara optimal.
Keterbatasan kapasitas literasi digital warga serta minimnya strategi promosi modern menjadi faktor penghambat utama yang menyandera kemajuan ekonomi lokal di wilayah tersebut.
Baca Juga:1.173 Siswa Jadi Siswa Mandiri Lewat Prestasi Junior Indonesia ( PJI )HUT ke-19 Sundawani Indonesia Antara Pesta Budaya dan Tamparan Keras untuk Pemkot Bandung
Guna memutus rantai ketimpangan teknologi itu, tim pengabdian masyarakat Universitas Negeri Jakarta menerjunkan sembilan personel yang terdiri dari 6 dosen dan 3 mahasiswa untuk mensosialisasikan ekosistem desa melalui pendekatan digitalisasi terintegrasi.
Adapun jajaran 6 dosen yang turun langsung dalam program pengabdian ini meliputi Uryadi, Muhammad Nur Ashar Asnur, Erna Triswantini, Ellychristina D Hutubessy, Fauzan Adhima, dan Azizah H Siregar. Sementara unsur 3 mahasiswa diperkuat oleh Nabila Zahra, Zaskia Mutiara, serta Naura Zaiza.
Terobosan Pelatihan dan Penguatan Media Digital Desa
Intervensi yang dihadirkan oleh tim akademisi mencakup tiga metode utama yang saling terhubung. Pertama, pelatihan literasi digital berbasis pembuatan konten terstruktur.
Kedua, pendampingan teknis pembuatan media promosi berupa teknik fotografi dan videografi profesional untuk mengangkat produk unggulan serta destinasi wisata desa.
Ketiga, penyelenggaraan lokakarya manajemen usaha berbasis platform digital untuk menyokong sektor ekonomi kreatif.
Dari sudut pandang pimpinan fakultas, keberadaan infrastruktur dan kecakapan digital masyarakat merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar agar potensi desa wisata dapat terangkat di tingkat nasional.
Pemanfaatan media informasi digital seperti situs web resmi desa dan berbagai saluran media sosial menjadi instrumen vital pembuka keterisolasian informasi.
Baca Juga:Aktivis Bandung Barat Kawal Ketat Rotasi Mutasi Pejabat Pemda KBBDPKP Kota Bandung Digoyang Penipuan Proyek, Kadis Pilih Bungkam
Pemberdayaan digital ini dinilai bukan sekadar tren formalitas, melainkan kebutuhan mendesak untuk membangun kemandirian ekonomi desa di tengah pesatnya arus teknologi global.
“Desa Susukan, Kabupaten Serang ini akan dikenal Masyarakat apabila memiliki media informasi berbasis digital. Untuk itu penguatan digitalisasi di Desa ini harus bisa diwujudkan,” kata Uryadi.
