Disdik Cimahi Ungkap Kekurangan 83 Tendik SMP, Guru TIK Paling Dibutuhkan

Disdik Cimahi Ungkap Kekurangan 83 Tendik SMP, Guru TIK Paling Dibutuhkan
Ilustrasi: Suasana pembelajaran siswa SMP di dalam ruang kelas. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi masih menghadapi kekurangan tenaga pendidik pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari seluruh kebutuhan yang ada, kekurangan terbesar terjadi di SMP Negeri dengan total mencapai 83 guru untuk berbagai mata pelajaran.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi memengaruhi kelancaran proses belajar mengajar di sekolah. Untuk mengatasinya, Disdik Kota Cimahi terus melakukan pemetaan kebutuhan guru berdasarkan kondisi di masing-masing satuan pendidikan.

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Sofwan Kurniawan, mengatakan kebutuhan tenaga pendidik saat ini masih cukup tinggi, terutama di tingkat SMP Negeri.

Baca Juga:Krisis Pengajar Bahasa Sunda, 1 Guru di SMPN 16 Cimahi Tetap Bertahan dan Bina Siswa hingga Raih PrestasiKekurangan Guru di Cimahi Kian Mendesak, Pemkot Dorong Insentif dan PPG bagi Non-ASN

“Untuk jenjang SMP Negeri, saat ini masih mengalami kekurangan sekitar 83 tenaga pendidik,” ujar Sofwan, Selasa (4/8/26).

Ia menjelaskan, dari total kebutuhan tersebut, guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi formasi yang paling banyak dibutuhkan. Disdik mencatat masih kekurangan sekitar 30 guru TIK.

Selain itu, kebutuhan tenaga pendidik juga masih tinggi untuk guru Bimbingan Konseling (BK) sebanyak 18 orang serta guru Matematika sebanyak 10 orang.

Tidak hanya itu, kekurangan guru juga terjadi pada mata pelajaran Bahasa Sunda dan sejumlah bidang studi lainnya yang masih membutuhkan tambahan tenaga pendidik. Karena itu, Disdik Kota Cimahi terus berupaya memenuhi kebutuhan guru agar proses pembelajaran di sekolah tetap berjalan optimal.

“Yang paling besar kekurangannya ada di guru TIK sekitar 30 orang, kemudian guru BK 18 orang dan Matematika 10 orang,” ucapnya.

Sementara pada jenjang Sekolah Dasar (SD), kebutuhan tenaga pendidik lebih banyak berada pada posisi guru kelas dan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Berdasarkan data Dinas Pendidikan hingga Juli 2026, masih dibutuhkan tambahan dua guru kelas serta lima guru PJOK untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah sekolah dasar negeri di Kota Cimahi.

Baca Juga:Pembatasan Dana BOS dan Nasib Guru Honorer, Begini Skema Pembayaran di Kota CimahiDisdik Cimahi Siapkan Ulang Peta Kebutuhan Guru SD-SMP: Posisi Pendidik Tidak Boleh Kosong

Menurut Sofwan, upaya pemenuhan kebutuhan guru saat ini dilakukan melalui mekanisme rekrutmen guru non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN), sembari menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait pengangkatan tenaga pendidik melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

0 Komentar