Jelang Hari Rabies Sedunia, Dispernakan KBB Tingkatkan Kewaspadaan Gigitan Hewan

Ilustrasi: Anjing rabies. Dok Pixabay
Ilustrasi: Anjing rabies. Dok Pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB) diminta tidak menganggap remeh gigitan anjing, kucing maupun hewan lain yang berpotensi membawa virus rabies.

Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB mengingatkan, penanganan cepat setelah terjadi gigitan menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah risiko penularan penyakit yang dapat berakibat fatal tersebut.

Kepala Dispernakan KBB, drh. Wiwin Aprianti, mengatakan masyarakat sebaiknya segera mencari pertolongan medis ketika mengalami gigitan dari hewan yang belum diketahui status vaksinasinya.

Baca Juga:Rumah dan Toko Sembako di Cipatujah Ludes, Kerugian Ditaksir Rp200 JutaJawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 Triliun

“Jangan menunggu muncul gejala. Begitu terjadi gigitan, luka harus langsung dibersihkan dan korban segera diperiksa di fasilitas kesehatan,” ujar Wiwin, Kamis (17/9/2026).

Menurut dia, penanganan awal dapat dilakukan dengan mencuci bagian tubuh yang terkena gigitan menggunakan air mengalir dan sabun selama sekitar 15 menit.

Setelah luka dibersihkan, korban dianjurkan segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan penilaian medis dan menentukan apakah membutuhkan vaksin anti-rabies maupun tindakan lanjutan.

Dispernakan KBB berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta kader zoonosis yang tersebar di desa-desa untuk memperkuat penanganan kasus gigitan hewan penular rabies.

Koordinasi tersebut diperlukan agar laporan dari masyarakat dapat segera ditindaklanjuti, terutama ketika hewan yang menggigit masih berada di sekitar lokasi kejadian.

“Respons tidak hanya dilakukan setelah ada laporan kasus. Kami juga terus mendorong masyarakat mengenali risiko dan melaporkan hewan yang dicurigai menunjukkan perilaku tidak normal,” katanya.

Di sisi lain, pencegahan dari sisi kesehatan hewan tetap diperkuat. Dispernakan KBB menargetkan vaksinasi rabies gratis terhadap sekitar 2.000 hewan peliharaan menjelang peringatan Hari Rabies Sedunia pada 28 September 2026.

Baca Juga:Bangka Sepeda Perluas Usaha, Buka Store Kedua di Kota BandungMOD Arcade Bandung Buka 24 Jam dengan Fasilitas Gaming hingga Resto

Pelaksanaan vaksinasi tidak terpusat di satu tempat. Pemerintah menggandeng dokter hewan, klinik hewan, komunitas, mitra usaha hingga lingkungan perumahan untuk memperluas cakupan vaksinasi.

Selain vaksinasi, pemerintah daerah juga menyediakan program sterilisasi kucing bersubsidi dengan sasaran 200 ekor, terdiri dari 100 kucing jantan dan 100 kucing betina.

Program tersebut menjadi bagian dari pengendalian populasi hewan sekaligus mendorong kepemilikan hewan yang lebih bertanggung jawab.

Wiwin juga mengingatkan pemilik hewan agar tidak membiarkan anjing, kucing, musang maupun monyet berkeliaran tanpa pengawasan.

0 Komentar