JABAR EKSPRES – Layanan perpustakaan keliling (Pusling) Kota Cimahi terus berinovasi. Tak lagi sekadar membawa koleksi buku ke sekolah, kehadiran Pusling kini dikemas lebih interaktif melalui berbagai aktivitas edukatif dan menyenangkan untuk menarik minat anak berkunjung dan membaca.
Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi, Rusli Sudarmadi, mengatakan Jemput Bola menjadi salah satu strategi Perpustakaan Keliling untuk mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat.
Selama ini, kunjungan Pusling ke sekolah umumnya dilakukan berdasarkan permohonan dari pihak sekolah.
Baca Juga:Bakar Sampah Berujung Petaka, Lahan di Lingkar Gentong Tasikmalaya TerbakarJaga Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Perketat Perlindungan Lahan Sawah di Jateng
“Pusling atau perpustakaan keliling hadir disekolah sekolah berdasarkan permohonan , saat ini sudah mulai jemput bola. Biasanya Pusling itu berdasarkan permohonan dari sekolah. Sekolah ke dinas mengajukan permohonan untuk dilaksanakan perpustakaan keliling,” kata Rusli saat diwawancarai Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Kamis (17/9/2026).
Menurut Rusli, pola layanan tersebut perlu terus dikembangkan agar Pusling tidak hanya identik dengan mobil yang datang membawa buku. Setiap kunjungan diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang menarik sekaligus memberikan manfaat edukatif bagi anak-anak.
“Bagaimana caranya Pusling itu bukan hanya sekadar datang membawa mobil perpustakaan keliling, tapi juga bagaimana dalam kegiatan Pusling hadir dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya edukasi, ajakan, dan sosialisasi layanan perpustakaan” ujarnya.
Dikemas dengan Aktivitas yang Menyenangkan
Konsep baru saat ini mengadaptasi sejumlah aktivitas yang telah diterapkan di Perpustakaan Umum Kota Cimahi, salah satunya melalui layanan Tour Library Funtastic.
Sejumlah aktivitas interaktif kemudian dibawa ke sekolah saat Pusling hadir. Anak-anak tidak langsung diarahkan untuk membaca, melainkan diajak membangun suasana yang lebih santai dan menyenangkan melalui ice breaking, gerakan bersama, serta permainan edukatif.
Salah satu yang diperkenalkan adalah gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Melalui gerakan tersebut, pesan mengenai pembiasaan positif disampaikan dengan cara yang ringan dan mudah diterima anak.
“Contohnya, pada saat kegiatan Pusling, rekan rekan Tim akan mengarahkan para pemustaka/ peserta Pusling yang ada di sekolah dengan mengikuti gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia,” tutur Rusli.
Baca Juga:Dari Gugup Jadi Tambahan Tenaga, Orang Tua Jadi Mood Booster Nabil di DBLDebut Cikal di DBL Jadi Momen Tak Terduga, Satu Keluarga Besar Hadir di Tribun
Setelah suasana terbangun, anak-anak kemudian diarahkan untuk mengenal dan menikmati berbagai layanan yang tersedia di mobil perpustakaan keliling.
