99 Mahasiswa Tasikmalaya Dapat Beasiswa Baznas, Bupati: Kelak Jadi Pemberi Manfaat

Bupati Cecep saat serahkan beasiswa Baznas/Foto: Humas Pemkab
Bupati Cecep saat serahkan beasiswa Baznas/Foto: Humas Pemkab
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Harapan untuk melanjutkan pendidikan tinggi kini semakin terbuka bagi 99 mahasiswa asal Kabupaten Tasikmalaya. Mereka mendapatkan beasiswa biaya kuliah jenjang S1 dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tasikmalaya.

Beasiswa tersebut diberikan kepada mahasiswa kurang mampu yang memiliki KTP Kabupaten Tasikmalaya dan sedang menempuh pendidikan di 16 perguruan tinggi yang berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, termasuk Universitas Siliwangi (Unsil) yang berlokasi di Kota Tasikmalaya.

Setiap penerima mendapatkan subsidi biaya kuliah sebesar Rp2 juta per semester selama dua semester.

Baca Juga:Bakar Sampah Berujung Petaka, Lahan di Lingkar Gentong Tasikmalaya TerbakarJaga Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Perketat Perlindungan Lahan Sawah di Jateng

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa dan keluarga, sekaligus memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menyampaikan rasa syukurnya atas kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Baznas yang kembali menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam keterangan resminya, Kamis (17/9/2026), Cecep mengatakan program kebermanfaatan semacam ini telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dapat kembali dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

“Ini sekaligus wujud yang dibuktikan oleh Baznas yang mengelola zakat, infak, serta sedekah secara amanah dari masyarakat,” kata Cecep.

Pesan khusus juga disampaikan Cecep kepada para mahasiswa penerima beasiswa. Ia berharap bantuan yang diterima hari ini tidak berhenti sebagai dukungan untuk menyelesaikan pendidikan, tetapi menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk kelak memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Khusus untuk adik-adik mahasiswa penerima manfaat. Mungkin kali ini kalian adalah mustahik, tapi kami doakan di kemudian hari Anda akan menjadi orang yang akan memberi manfaat untuk kampung halaman Anda semua,” ujarnya.

Program tersebut menjadi gambaran bahwa manfaat zakat tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat diarahkan untuk membuka akses pendidikan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga:Dari Gugup Jadi Tambahan Tenaga, Orang Tua Jadi Mood Booster Nabil di DBLDebut Cikal di DBL Jadi Momen Tak Terduga, Satu Keluarga  Besar Hadir di Tribun

Bagi 99 mahasiswa penerima, subsidi Rp2 juta per semester mungkin bukan sekadar angka. Bantuan itu menjadi ruang bernapas di tengah kebutuhan biaya kuliah sekaligus dorongan untuk terus mengejar cita-cita.

0 Komentar