JABAR EKSPRES – Warga Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendesak pemerintah memperketat pengawasan terhadap aktivitas industri di sekitar aliran sungai.
Desakan itu muncul setelah warga kembali menemukan air sungai berwarna gelap, berbusa, dan berbau menyengat.
Sekadar diketahui, aliran sungai tersebut mengarah ke Sungai Cihaur yang bermuara ke Waduk Saguling. Aliran air datang dari arah kawasan industri Batujajar dan berada tidak jauh dari area persawahan serta permukiman warga.
Baca Juga:Rumah dan Toko Sembako di Cipatujah Ludes, Kerugian Ditaksir Rp200 JutaJawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 Triliun
Kekhawatiran warga terhadap kondisi sungai ditunjukkan dengan pemasangan dua spanduk peringatan di tepi aliran. Dalam spanduk tersebut, warga mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh air, mengonsumsi ikan dari sungai, maupun menggunakan air untuk kebutuhan rumah tangga.
Warga Kampung Pasirastana, Desa Cangkorah, Rahmat Sutrisno (76), mengatakan perubahan kondisi sungai telah dirasakan sejak Batujajar berkembang menjadi kawasan industri sekitar dekade 1980-an.
“Dulu sungainya masih bening. Anak-anak kalau pulang sekolah sering mencari ikan kecil seperti benter dan impun,” kata Rahmat saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut kini jauh berbeda dibandingkan era 1970-an. Saat itu, sungai masih menjadi bagian dari aktivitas warga, termasuk tempat anak-anak mencari ikan sepulang sekolah.
“Kalau airnya seperti ini, untuk pertanian juga warga pasti khawatir. Untuk perikanan, sudah lama tidak ada lagi,” ujarnya.
Sementara itu, warga Kampung Ciceri, Ridwan Ryansyah (48), mengatakan masyarakat selama ini turut melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai, terutama pada malam hingga pagi hari.
Ridwan menyebut perubahan kondisi air terlihat cukup jelas pada waktu-waktu tersebut. Warga, kata dia, beberapa kali mendapati air sungai berubah warna, berbusa, dan mengeluarkan bau menyengat.
Baca Juga:Bangka Sepeda Perluas Usaha, Buka Store Kedua di Kota BandungMOD Arcade Bandung Buka 24 Jam dengan Fasilitas Gaming hingga Resto
“Kami sering mengecek, terutama malam dan pagi. Saat itu airnya terlihat hitam pekat, berbusa, dan baunya sangat menyengat,” kata Ridwan.
Ia menilai keberadaan kawasan industri tidak hanya berdampak terhadap kualitas lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap akses air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat sekitar.
Ridwan mengatakan sejumlah perusahaan di kawasan industri memang telah dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Namun, warga menduga masih terdapat pembuangan air limbah yang masuk ke aliran sungai tanpa melalui proses pengolahan pada waktu-waktu tertentu.
