JABAR EKSPRES – Suasana Car Free Day (CFD) Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, pada Minggu (2/8) tampak berbeda dari biasanya.
Para pedagang dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kompak mengenakan pakaian adat Sunda sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya lokal yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Bupati Bogor mengatakan, gerakan mengenakan pakaian adat Sunda merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mengembalikan identitas budaya masyarakat Bogor sebagai bagian dari tanah Pasundan.
Baca Juga:Menhan Sjafrie di Yonif TP 939/Macan Putih: Prajurit TNI Harus Dekat dengan Rakyat dan Siap Jaga NKRIPemkab Tasikmalaya Genjot Program Bedah Rumah, Target 1.740 Unit Rampung pada 2026
“Para pelaku UMKM kita ajak untuk memakai pakaian adat Sunda. Maka orang Bogor adalah orang Sunda. Kami hanya berupaya mengembalikan marwah dan kehormatan orang Bogor, bahwa sejatinya orang Bogor adalah orang Sunda,” ujarnya.
Menurutnya, pelestarian budaya daerah tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk di ruang publik seperti CFD yang menjadi pusat interaksi masyarakat setiap akhir pekan.
Selain mendorong pelestarian budaya Sunda, Bupati Bogor juga memaparkan sejumlah capaian selama 100 hari pertama masa kepemimpinannya.
Salah satu program yang berhasil direalisasikan adalah pembangunan Pendopo Kawedanan Jasinga yang telah lama menjadi aspirasi masyarakat di wilayah barat Kabupaten Bogor.
Ia menjelaskan, pembangunan pendopo tersebut berhasil diwujudkan dalam waktu kurang dari 100 hari sejak dirinya bersama wakil bupati mulai menjabat.
“Salah satunya, dalam 100 hari kerja kami menjabat, yang dulu sering didemo berkali-kali oleh masyarakat yang mengharapkan dibangunnya Pendopo Kawedanan Jasinga. Alhamdulillah, dalam 100 hari kerja pertama kami, Pendopo Kawedanan Jasinga sudah terbangun,” katanya.
Tak hanya itu, Bupati Bogor menegaskan bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Fokus pembangunan diarahkan ke wilayah barat Kabupaten Bogor yang selama ini dinilai masih membutuhkan perhatian lebih.
Baca Juga:24th Annual National Summer Classic 2026: Tim Putri DBL All-Star Juara, Putra Peringkat TigaMilangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadirkan Puluhan Agenda, Puncak Perayaan Digelar 24–26 Juli 2026
Ia menyebutkan, pembangunan jalan pada tahun 2025 diprioritaskan di sejumlah kecamatan, di antaranya Rumpin, Parung Panjang, Nanggung, serta beberapa wilayah lain di bagian barat Kabupaten Bogor.
“Pembangunan kami pada tahun 2025, beberapa infrastruktur jalan terbanyak berada di wilayah barat, seperti Rumpin, Parung Panjang, Kecamatan Nanggung, dan sekitarnya. Kami melihat apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” pungkasnya.
