Ke depan, lahan pertanian ini akan diperluas hingga 5 hektare di Desa Wanasigra, dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah desa.
Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Eka Dyah Utami, mengapresiasi langkah inovatif ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong sertifikasi Good Agricultural Practice(GAP) untuk memberikan legalitas dan jaminan kualitas pada benih bawang merah ini. “Dengan luas 2 hektare, produksi ini juga membantu menekan inflasi akibat harga cabai dan bawang merah,” ungkapnya.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah dan aparat kepolisian diharapkan dapat menjadikan program ini sebagai model pemberdayaan petani dan penguatan ketahanan pangan nasional, sesuai dengan cita-cita Presiden .
Baca Juga:Ciamis Zona Aman di Tengah Badai Penutupan Ratusan Dapur MBG oleh BGNBupati Herdiat Terima Silaturahmi Rektor Baru Unigal, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Ciamis
“Harapan ke depan, dengan adanya pemanfaatan lahan ini, kita bisa menopang program swasembada pangan dan meningkatkan perekonomian petani, khususnya di wilayah Kelompok Tani Satria Perkasa,” pungkas Endang Ridwan. (CEP)
