Ciamis Zona Aman di Tengah Badai Penutupan Ratusan Dapur MBG oleh BGN

Satu Dapur MBG di Kota Banjar Berhenti, Banper Belum Cair
Ilustrasi dapur MBG. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah kebijakan tegas Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyetop operasional ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia, Kabupaten Ciamis muncul sebagai zona aman. Seluruh dapur penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah ini dipastikan tetap beroperasi normal dan tidak ada satu pun yang terkena sanksi suspend.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Ciamis, Eggy Armand Ramdani, di sela-sela monitoring lapangan, Selasa (28/7/2026). Dikutip dari berbagai sumber Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun dari 199 SPPG yang tersebar di wilayah Ciamis yang masuk dalam daftar hitam penutupan permanen oleh pusat.

“Di Ciamis tidak ada yang disuspend. Semua sedang berbenah mengikuti juknis dan arahan pimpinan. Evaluasi juga terus dilakukan secara berkala,” ujar Eggy.

Baca Juga:Respons Deklarasi untuk Adhitia Yudhistira di Pilkada 2029, PSI Cimahi Ingatkan Fokus Realisasi Janji KampanyeJaring Aspirasi Warga, Fraksi Golkar Cianjur Minta Pemkab Realisasikan Hasil Reses

Pernyataan ini menjadi angin segar bagi ribuan penerima manfaat MBG di Ciamis, menyusul pengumuman mengejutkan dari Kepala BGN, Sudaryono, sehari sebelumnya. Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7), Sudaryono mengungkapkan bahwa otoritasnya telah menutup permanen 833 SPPG di seluruh Indonesia. Mereka dianggap tidak menunjukkan komitmen perbaikan atas berbagai pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang ditemukan selama evaluasi.

Penutupan massal ini terbagi dalam tiga wilayah: 98 SPPG di Wilayah I (Sumatera), 311 SPPG di Wilayah II (Jawa dan Madura), dan 424 SPPG di Wilayah III yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Sanksi terberat tersebut juga membuat SPPG yang bersangkutan tidak lagi menerima pembayaran maupun insentif dari pemerintah.

Menariknya, dari 199 SPPG yang terdata di Kabupaten Ciamis, sebanyak 181 unit di antaranya telah aktif beroperasi dan melayani ribuan penerima manfaat. Eggy memastikan bahwa keberlangsungan program di Ciamis tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga terus ditingkatkan kualitasnya.

“Pengawasan kami lakukan secara ketat. Mulai dari pengelolaan dapur, kualitas bahan pangan, kebersihan dan keamanan makanan, proses memasak, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat. Tujuannya agar seluruh layanan tetap memenuhi standar BGN dan masyarakat menerima makanan bergizi yang aman serta berkualitas,” jelasnya.

0 Komentar